Selasa, 17 April 2012

MANAJEMEN SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN



            Manajemen yang secara umum artinya pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta (objective) atau tujuan-tujuan tertentu Atmosudirdjo  (1986:158). Sedangkan menurut Siagian  (1989:5) manajemen  dapat  didefinisikan  sebagai  kemampuan  atau  ketrampilan  untuk  memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain. menurut Terry  dalam  Manullang  (2005:1)  manajemen  adalah  pencapaian  tujuan  yang  ditetapkan terlebih  dahulu  dengan  mempergunakan  kegiatan  orang  lain.  Jadi  dapat  disimpulkan manajemen  adalah  suatu  pengendalian  dan  pengawasan  kegiatan /  aktivitas  orang  atau kelompok orang dalam mencapai suatu tujuan tertentu.

            Sistem adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan. Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran, berarti sebuah sistem bukanlah seperangkat unsur yang tersusun secara tak teratur, tetapi terdiri dari unsur yang dapat dikenal sebagai bagian yang saling melengkapi karena mempunyai sasaran dan tujuan yang sama.

            Informasi  adalah  data  yang  telah  diolah  menjadi  sebuah  bentuk  yang  berarti  bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang. Menurut UU No. 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana   untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

            Sedangkan  pendidikian  pada  dasarnya  adalah  proses  komunikasi  yang  di dalamnya mengandung transformasi pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan, di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung sepanjang hayat, dan generasi ke generasi.

            Manajemen sistem informasi pendidikan adalah sistem yang didisain untuk kebutuhan manajemen  dalam  upaya  mendukung  fungsi-fungsi  dan  aktivitas  manajemen  pada  suatu organisasi  pendidikan.  Maksud  dilaksanakannya  manajemen  sistem  informasi  pendidikan adalah sebagai pendukung kegiatan fungsi manajemen seperti planning, organizing, staffing, directing,  evaluating,  coordinating,  dan  budgeting  dalam  rangka  menunjang  tercapainya sasaran dan tujuan fungsi-fungsi operasional dalam organisasi pendidikan. Dalam  kenyataannya,  sistem  informasi  sering  dikaitkan  dengan  teknologi,  dengan komputer khususnya. Sesungguhnya yang dimaksud sistem informasi tidak harus melibatkan komputer,  sistem  informasi  yang  menggunakan  komputer  biasa  disebut  sistem  informasi berbasis komputer (computer based information system atau CBIS), tetapi dalam prakteknya sistem  informasi  lebih  sering  dikait-kaitkan  dengan  komputer.  Berikut  beragam  definisi sistem informasi :

1. Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)

Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses,  menyimpan,  menganalisis,  dan  menyebarkan  informasi  untuk  tujuan  yang spesifik.

2. Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem  informasi  adalah  kumpulan  perangkat  keras  dan  lunak  yang  dirancang  untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.

3. Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.

Pada dasarnya suatu sistem informasi dibangun dengan beberapa tahap pengembangan serta melibatkan sumber daya dari beberapa disiplin ilmu yang berbeda, baik sisi manajemen, teknologi informasi, keuangan, dan lain sebagainya. Salah satu hasil produk pembangunan sistem informasi adalah suatu perangkat lunak yang terpadu, ditambah dengan tata aturan yang diterapkan untuk mengelola sistem sehingga tujuan dari suatu sistem dapat tercapai. Pembangunan  suatu  sistem  informasi  baik  dalam  skala  besar  maupun  kecil,  tetap membutuhkan  langkah-langkah  tersusun  dan  terkoordinasi  karena  pembangunan  sistem informasi merupakan suatu proyek pengembangan memiliki tujuan sehingga sistem informasi dapat berjalan dengan baik.

Sistem informasi memiliki 5 komponen utama pembentuk yaitu :

  1. Komponen Perangkat Keras (Hardware)
  2. Komponen Perangkat Lunak (Software)
  3. Komponen Sumber Daya Manusia (Brainware)
  4. Komponen Jaringan komputer (Netware)
  5. Komponen Sumber Daya Data (Dataware)

            Ide  membangun  sistem  informasi  pada  dasarnya  merupakan  ide  ringan  akan  tetapi dengan keterlibatan beberapa unsur yang mendukung atas pembangunan tersebut, ide tersebut akan berkembang menjadi kompleks ataupun sangat kompleks.

            Agar kita dapat mengembangkan ide sistem informasi tersebut menjadi suatu karya maka jawabannya   adalah   ide   tersebut   perlu   dikembangkan   dengan   dukungan   perangkat pengembangan sistem informasi, serta perlu mengembangkan ide tersebut dalam tahap-tahap pembangunan sistem informasi.
Seperti yang kita ketahui ide membangun sistem informasi sekolah sangat erat dengan konsep  dasar  dari  sistem  pendidikan.  Di  Indonesia,  sistem  pendidikan  menurut  Undangundang nomor 20 tahun 2003 dikatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,  kepribadian,  kecerdasan,  akhlak  mulia,  serta  keterampilan  yang  diperlukan  dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

            Berdasarkan  jenjang  pendidikan  yang  di  dapat  terdiri  atas 3  (tiga)  klasifikasi  yaitu pendidikan  dasar,  menengah  dan  pendidikan  tinggi.  Jenjang  pendidikan  dasar  yang  kita ketahui  terdiri  atas  pendidikan  sekolah  dasar  /  Madsarah  Ibtidaiyah  dan  sekolah  tingkat pertama  / Madrasah tsanawiyah. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan, sedang bentuk dari Pendidikan menengah dapat berbentuk  Sekolah  Menengah  Atas (SMA),  Madrasah  Aliyah  (MA),  Sekolah  Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. Adapun Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup  program  pendidikan  diploma,  sarjana,  magister,  spesialis,  dan  doktor  yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Nah, sekarang bagaimana kita mendefinisikan konsep atas ide kita yaitu membangun sistem informasi pendidikan karena dari masing-masing jenjang pendidikan tersebut di atas, pendekatan  atas sistem  informasi tentu akan berbeda, karena peraturan  yang memayungi masing-masing jenjang pendidikan tersebut tentunya berbeda yang masing-masing dikelola oleh suatu peraturan pemerintah.

            Mari kita definisikan satu saja jenjang pendidikan yang akan kita wujudkan menjadi suatu sistem aplikasi yaitu : Bagaimana membangun sistem informasi pendidikan menengah, yaitu Bagaimana sistem informasi pendidikan menengah dapat kita implementasi baik di Sekolah Menengah Atas ataupun kejuruan seperti Madrasah Aliyah atau Sekolah Menengah Kejuruan.

            Dari konsep dasar tersebut di atas, dapat kita melihat bahwa untuk suasana belajar dan proses pembelajaran terdapat 3 (tiga) hal penting yaitu :

  1. Adanya Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
  2. Adanya mata pelajaran yang akan di pelajari, dan
  3. Adanya Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Dengan demikian kita akan melihat 3 (tiga) domain utama, yang apabila digambarkan secara sederhana dalam bentuk himpunan dan irisan himpunan maka akan terbentuk sebagai berikut :   
Gambar 1. himpunan relasi antar domain


            Dari himpunan relasi antar domain proses pembelajaran, terlihat beberapa hubungan yang teriris antar domain tersebut seperti :

  1. Bahwa hubungan himpunan guru terhadap murid akan berupa suatu bimbingan dan counseling;
  2. Hubungan antara guru dengan mata pelajaran akan berbentuk kebutuhan akan silabus
            pembelajaran atau garis-garis besar haluan pembelajaran
 3.   Hubungan antara siswa dengan mata pelajaran akan berbentuk rencana belajar yang ingin di ambil masing-masing tingkat pembelajaran; serta
      4.   Hubungan antara ketiga domain tersebut akan berbentuk pertemuan dan tatap muka saat proses belajar dilaksanakan.

            Domain utama dari unsur proses belajar tersebut di atas, tentunya akan memiliki batas yang menaunginya yaitu :

  1. Peran orang tua siswa yang dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu unsur yang memberikan arahan bagi siswa dalam menyelesaikan proses belajarnya. Adapun fungsi kontrol atas proses belajar dan mengajar ini peran orang tua siswa di wujudkan menjadi suatu komite sekolah yang tugas dan fungsinya mengontrol semua sistem yang terdapat di sekolah, dari pihak eksternal, serta mempromosikan sekolah ke lingkungan luar sekolah, melakukan rapat dengan para orang tua siswa baik di awal penerimaan siswa baru maupun rapat yang ada kaitannya di luar sekolah.
  2. Peran Defdiknas.
  3. Lingkungan sekolah yang merupakan batas yang dapat memberikan kontribusi langsung maupun tidak langsung terhadap kualitas pendidikan tersebut.
  4. Sarana dan Prasarana yang ada di sekolah tersebut dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem yang ada disekolah tersebut, dan merupakan salah satu pendukung perkembangan sekolah.
  5. Standarisasi dan pengawasan merupakan salah satu point penting yang memberikan dukungan sistem sekolah ke arah yang lebih baik.
  6. Dana Pendidikan

            Dari  tahapan  pendefinisian  ide  tersebut  di  atas,  dapat  dilihat  bahwa  dari  suatu  ide sederhana yaitu membangun sistem informasi sekolah dapat menjadi berubah menjadi suatu konsep yang kompleks.

            Menurut sumber lain, dunia pendidikan Indonesia, ternyata masih banyak sekali yang belum  bisa  merasakan  apa  itu  pendidikan.  Hal  yang  menarik  adalah  ketatnya  peraturan pemerintah mengenai standarisasi nilai kelulusan yang setiap tahunnya selalu naik, ide yang bagus untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, tapi mereka yang duduk di sana tidak    menoleh    ke    belakang    apa    yang    seharusnya    dibutuhkan    masyarakat. “Seandainya saya diangkat sebagai Mentri Depertemen Perencanaan dan Perancangan Sistem Informasi Nasional. Saya akan mengubah Sistem pendidikan yang ada di indonesia menjadi Sistem   Informasi   Pendidikan   Terkomputerisasi”(Penulis   artikel   dari   sumber   yang bersangkutan). Ada beberapa hal yang menarik yang perlu kita pertimbangkan, Yaitu :
           
  1. Metode pelajaran yang berbeda antara di kota dan di desa.
  2. Kurangnya pemerataan pendidikan.
  3. Banyak kebijakan/aturan pendidikan yang mengalami perubahan yang tidak jelas.
  4. Dunia  pendidikan  sangat  tertinggal  dibandingkan  dengan  perkembanan  teknologi dinformasi dalam perkembangan zaman.
  5. Metode pembelajaran yang masih baku dalam arti pelajar masih kurang komunikatif dan inspiratif dalam mengemukakan komentarnya. Pelajar hanya mendengarkan dan selalu berorientasi hanya kepada guru saja.
  6. Tidak adanya pertukaran informasi, pengetahuan dan sumber daya antara sekolah yang satu  dengan  yang  lainnya (tidak  adanya  networking  dalam  membangun  dunia pendidikan).
  7. Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang berbasis teknologi.
  8. Sumber  daya  manusia  yang  terlibat  dalam  proses  pendidikan  belum  mempunya kemampuan multi dimensi yang dapat merangsang multi intelensia pelajar.

Untuk  itu  diperlukan  satu  wadah  yang mampu  menampung Aspirasi  tersebut.  Suatu lembaga pendidikan yang mampu mengatasi persoalan masyarakat. Lembaga yang ditunjuk yang berada dipusat.

            Inspirasi yang timbul dalam diri saya adalah setiap sekolah diberikan fasilitas teknologi komputerisasi yang nantinya akan membangun suatu situs web masing-masing sekolah. Web ini akan berisikan keadaan sekolah baik secara fisik maupun non fisik, sarana dan prasarana saat ini termasuk teknologinya, jumlah guru dan murid sehingga setiap sekolah nantinya bisa bertukar informasi satu sama lainnya.

            Selanjutnya situs web ini akan ditampung dalam satu server yang terletak di provinsi masing-masing   yang   terhubung   dengan   daerahnya.   Kemudian   seluruh   propinsi   ini mengumpulkan situs web sekolah ke lembaga yang ditunjuk tadi sehingga terkumpul menjadi satu web nasional. Disinilah Link seluruh sekolah yang ada di Indonesia, disini pulalah kita bisa bertukar informasi mengenai sekolah masing-masing.

            Dari pembahasan mengenai istilah manajemen sistem informasi ini, kita bisa mengetahui aspek-aspek yang diperlukan dalam membangun sistem tersebut.

Sumber :


http://www.vitraining.com/products/CIVITAS2x%20%20Academic%20Information%20System/Brosur%20Civitas2x.pdf

            http://oyowartoyo.files.wordpress.com/2008/07/msp304-tugas-1-kebijakan-manajemensistem-pendidikan1.pdf

http://www.cs.ui.ac.id/staf/zhasibua/2007003.pdf

            http://pdfdatabase.com/download_file_i.php?qq=pengertian%20manajemen%20sistem% 20informasi%20pendidikan&file=13086126&desc=Draft+Sistem+Informasi+.doc
            http://www.ditplb.or.id/files/SI_PLB.pdf

            http://www.scribd.com/doc/3846099/MANAJEMEN-SISTEM-EVALUASI-PENDIDIKAN http://mmt.its.ac.id/library/?p=4767

            http://mugi.or.id/blogs/oke/archive/2008/09/12/membangun-sistem-informasipendidikan-bagian-i-dari-banyak-tulisan.aspx

            http://cumyzigar.blogspot.com/2008/01/sistem-informasi-pendidikan.html http://blog.re.or.id/konsep-dasar-sistem-informasi-definisi-sistem-informasi.htm

Manajemen Pendidikan Islam


RESENSI 
Penulis            : Prof. Dr. Mujamil Qomar
Penerbit          : Erlangga
Cetak              : 2008
Tebal              : 318 Halaman

Sinopsis
               Manajemen Pendidikan Islam, adalah salah satu dari beberapa ilmu pengetahuan yang memadukan karakter pendidikan agama Islam dengan ilmu manajemen, yang jelas-jelas lahir dari Barat. Namun demikian, Timur-Barat memang tidaklah tepat untuk diperdebatkan. Islamisasi juga kadang tidak begitu juga tepat. Hanya saja, pertanyaan yang sering kali muncul belakangan, apakah ada dan bisa paduan kedua kutub itu untuk menjadi alat pendidikan efektif? Apakah mungkin manajemen profesional bisa diterapkan dalam pendidikan Islam? Perkembangan dunia pendidikan, tidak dapat tidak, ternyata terapan pola pendidikan barat tetap sudah menyatu dalam pendidikan Keislaman. Perdebatan itu berlalu dijawab oleh waktu. Pola pendidikan tidak bisa dibedakan. Zaman yang menyatukannya.
               Buku ini hendak menjawab sistem pendidikan yang menganut paham kekinian. Aktual. Bahwa pendidikan Islam juga aktual dalam sistem. Walau pada material pengajaran tetaplah penggalian terhadap ilmu-ilmu agama.
               Manajemen adalah ilmu masa kini. Karena ia membuat bangunan cara berpikir dan bertindak secara rganisatoris antara satu elemen dengan elemen lain untuk mencapai tujuan. Secara jujur, pendidikan Islam meminjam hal ini dari penemuan sistem pendidikan yang efektif dari pendidikan Barat.
               Penulis buku ini memadukan pendapat dan dasar-dasar agama sebagai bahan kajian untuk mendudukan sistem manajemen pendidikan Islam. Juga memaparkan kendala-kendala yang dihadapi dalam aplikasi. Di sinilah kelemahan yang selalu muncul, karena ilmu “pinjaman”. Ia tidak sendiri. Atau setidaknya, yang dimiliki oleh lingkungan cendikiawan Islam sudah dipandang tidak relevan. Padahal, sistem pendidikan tersebut telah pula melahirkan banyak hasil. Walau terasa tidak efektif lagi untuk masa saat ini. Misalnya, pola menghafal di pondok pesantren. Sering sekali siswa diperintahkan menghafal, walau tidak tahu manfaat apa yang dihafal. Setelah hafal baru diberi keterangan. Hal ini memperlambat pemahaman. Tidak praktis. Tetapi demikian corak dalam sosiologi pendidikan Islam yang pernah ada.
               Buku ini memperkaya wacana yang belum final. Dimana, unsur pendidikan, unsur manajemen, keagamaan, yang dipadu dalam satu sistem memang memiliki benturan internal eksternal yang cukup berat. Oleh karenanya, pemikiran-pemikiran dalam buku ini patut menjadi kajian lebih lanjut. Ia justru lahir dari sebuah ideologi, bukan dari hasil objek akademik. Karena, diakui oleh penulisnya, ia memadukan dasar-dasar agama dengan pendapat para sahabat. Artinya, tidak dimulai dari penelitian “bagaimana adanya” tetapi penulisnya telah membuat sistem “sebaiknya”. Inilah membuat buku ini direkomendasikan untuk dibaca oleh kalangan tenaga pendidik Islam. Agar ke depan, menemukan konsep demi konsep yang benar-benar hasil dari aplikasi dan uji coba yang mumpuni.

Sabtu, 17 Maret 2012

MAHASISWA VISIONER


Coba ingat bahwa gambar yang anda pikirkan, rasakan dan lihat tercermin ke dalam Pikiran Universal dan dengan hukum alam aksi timbal balik pasti kembali kepada anda dalam bentuk spiritual ataupun fisik,”
  - Your Invisible Power oleh Genevieve Behrend, 1921 -

B
erbicara tetantang mahasiswa selalu tidak pernah kehabisan dengan berbagai macam permasalahan yang terkadang bisa membelenggu anda untuk bergerak lebih cepat untuk menyeelsaikan kuliah dan memikirkan kehdiupan lainnya yang sebanarnya bukan tahapan-tahapan focus kehidupan, artinya kita belum merencanakan menikah karena kuliah belum kelar atau karier belum mapan, tapi semuanya harus berjalan seperti layaknya roda kehidupan yang terus bergulir dan waktu terasa sedikit manakala pencapaian cita-cita masih jauh selain fase lainnya seperti menikah, berwirausaha, dan semuanya harus punya visi yang jelas, inilah alasannya kenapa kita perlu memiliki perencanaan yang baik, bukan sekedar hayalan anak muda yang merasa lebih bebas berekspresi, wlaaupun terkadang kehidupan yang akan datang harus berbenturan dengan takdir, tapi kita dituntut ikhtiar secara maksimal.
Dalam kehidupan terdapat banyak cara untuk mendapatkan apa yang anda inginkan, ada cara yang mudah dan ada pula cara yang susah. Terserah anda, mana yang hendak anda pilih. Seperti apa yang dikatakan oleh Lester Levenso [1](1993) dalam “Keys to the Ultimate Freedom”, “Jika kita tidak senang terhadap apa yang sedang terjadi kepada kita di dunia ini, yang harus kita lakukan adalah mengubah kesadaran kita – niscaya dunia diluar sana akan berubah untuk kita!”
Artinya Yang harus anda lakukan adalah melangkah maju dan melakukan hal-hal yang harus anda lakukan menurut desakan hati, tetapi anda harus mengetahui strategi-strategi yang diperlukan. Rad Bradbury mengatakan “Janganlah menentang bahaya jika anda tidak memiliki strategi-strategi yang jitu untuk mengatasinya.”[2]
JADI mahasiswapun bukan hal yang mudah membutuhkan adanya keberanian untuk mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Ada cerita lama betapa uletnya mahasiswa temanku yang kebetulan berasal dari sumatera dengan modal hanya untuk ikut UMPTN dia berani meninggalkan kampungnya dan berjuang untuk sehai-hari dengan menjadi kernet dan biaya SPP mengandalkan beasiswa dikampus atau kiriman wesel yang telat pada jaman itu bisa mendorong penulis untuk menjadi seorang sales perlatan masak.ataupun bagi mahasiswa yang berjuang dengan sejumlah pekerjaan dan berjuang untuk ikut kuliah malam. Semuanya hanya satu jawaban ingin berubah dan memperbaiki kehidupan dan diyakini pendiidkan masih menempati posisi penting dalam menata kehidupan  yang lebih baik walau ada yang sukses justru karena tidak melanjutkan kuliahnya. Tapi diyakini kesuksesan bukan semata materi tapi pencapaian juga masih diperlukan dan pendidikan masih terbaik.walaupun pendidikan kehdiupan jauh lebih baik menempa seseorang untuk sukses.
Abraham Perrils[3] (2010) secara praktis mengungkapkan  Lima Langkah yang yang berlandaskan pada tahu bahwa kehidupan dapat berubah dan tahu bahwa kehidupan itu sendiri akan mendukung anda terhadap apa saja yang anda inginkan. Caranya adalah sebagai berikut:
Langkah pertama, ketahuilah apa yang anda tidak inginkan. Kebanyakan orang memperlihatkan apa yang tidak mereka inginkan. Mengeluh adalah hal yang dianggap sangat wajar oleh semua orang, tetapi kita jarang mengambil proses ini dalam pandangan yang berbeda. Jarang sekali ada orang yang mau berhenti mengeluh atau berjuang cukup lama untuk terfokus pada kebalikan dari apa yang mereka alami. Hal ini dapat mendatangkan manifestasi yang mereka inginkan dan menunjukkan realitas yang ada.
Langkah kedua, pilih apa yang ingin anda miliki, lakukan, atau anda ingin jadi apa. Caranya adalah mengubah setiap keluhan anda menjadi sesuatu yang benar-benar anda inginkan. Singkirkan keluhan-keluhan itu sampai anda memiliki keyakinan yang kuat dalam diri anda. Bila anda sudah memiliki keyakinan yang kuat dalam diri anda, untuk mewujudkan apapun yang anda inginkan akan menjadi lebih mudah. Karena keyakinan itu adalah bagaimana kita menciptakan realitas. Hasil yang anda dapatkan adalah akibat-akibat langsung dari keyakinan-keyakinan yang anda pegang. Keyakinan itu juga dapat membentuk kepribadian.
Langkah ketiga, pahami semuanya. Abraham Perrils berpendapat bahwa manusia memiliki batas yang telah mereka tempatkan sendiri terhadap kebebasan yang mereka miliki. Kita sebagai manusia membutuhkan pelatihan untuk membantu kita memahami bahwa sesungguhnya kita tidak dibatasi. Caranya adalah fokus kepada apa yang kita inginkan dan percayalah keinginan tersebut dapat terwujud. Kata-kata ini terinspirasi dari buku “What Can a Man Believe?” Karya Bruce Barton. Di dalam buku itu dia menjelaskan bahwa bukti adanya surga setelah dunia ini sedikit sekali, tetapi percaya terhadap adanya surga jauh lebih arif daripada tidak percaya sama sekali. Jadi maksud buku ini adalah percaya itu lebih bijak daripada tidak percaya. Fokuskan kepada apa yang anda inginkan dan buat salah satu maksud anda untuk menemukan seseorang yang bisa membantu membebaskan anda dari keyakinan-keyakinan lama anda, sehingga anda dapat menciptakan kehidupan yang anda inginkan. Anda harus tahu bagaimana caranya mendapatkan apa yang anda inginkan sebelum anda memperolehnya. Ubahlah keyakinan-keyakinan lama anda dan bentuklah keyakinan-keyakinan yang baru. Karena keyakinan membentuk cara kita merasa, berpikir dan bertindak. Seperti yang dokatakan oleh Raymond Charles Barker dalam bukunya “Treate Yourself to Life” pada tahun 1954, “Kemakmuran adalah kemampuan untuk melakukan apa yang anda lakukan ketika anda ingin melakukannya.” Dan dengan hati yang jernih anda akan dapat memiliki, melakukan atau menjadi apa yang anda inginkan.
Langkah keempat, rasakan betapa menyenangkan dapat memiliki, melakukan, atau menjadi apa yang kita inginkan. Para spesialis pemasaran tahu bahwa orang-orang tidak bertindak karena alasan-alasan yang logis, tetapi kerena alasan-alasan emosional. Emosi memiliki kekuatan untuk menciptakan apa yang anda inginkan. Kekuatan itu juga mendatangkan energi. Salah satu energi yang paling kuat yang pernah anda alami adalah bersyukur. Sebagaimana yang ditulis oleh Joseph Murphy dalam bukunya “Your Infinite Power to be Rich” pada tahun 1996, “seluruh proses kekayaan mental, spiritual, dan material bisa dirangkum dalam satu kata: BERSYUKUR.” Rasakan rasa syukur atas apapun yang anda dapatkan dan kemudian anda akan dapat mulai memaafkan dan selanjutnya hati anda akan menjadi jernih dan anda akan dapat memiliki, melakukan atau menjadi apa yang anda inginkan.
Energi lain yang anda ingin alami adalah energi yang berasal dari membayangkan bagaimana rasanya memiliki, menjadi, atau melakukan apa yang sedang anda inginkan,untuk melakukan apa yang anda mimpikan. Bagaimanpun perasaan-perasaan itu menuntun dan mengarahkan anda untuk melakukan hal-hal yang akan membuat peristiwa-peristiwa yang bermakna.
Inti penting langkah ini adalah bahwa dengan rasa senang anda harus merasakan sesuatu energi yang ingin anda ingin lakukan, miliki, atau energi ingin jadi apa anda. Sebagaimana pernah ditulis oleh Joseph Murphy dalam buku kecilnya “How to Attract Money”, “merasa kaya menghasilkan kekayaan.” Jadi rasakan kesenangan itu niscaya anda akan mulai menariknya pada anda dan ia akan menarik anda padanya.
Langkah kelima, berserah diri. Di dalam diri manusia memiliki dua wujud yang berbeda, bukan kepribadian (personality) persis seperti aspek-aspek pikiran yang kita miliki. Gallwey dalam bukunya “The Inner Game of Tennis” menyebutnya sebagai Self One dan Self Two. Self One dapat dihubungkan dengan ego manusia, bagian diri manusia yang ingin berkuasa. Self Two dapat dikaitkan dengan guru batin dalam diri manusia, bagian diri manusia yang berkaitan dengan segala sesuatu. Tugas Self One adalah menyeleksi apa yang anda iginkan dan pasrah. Sedangkan tugas dari Self Two adalah mendatangkan apa yang anda inginkan kepada anda. Sekali lagi intinya adalah belajar bertawakal secara mutlak.
Sukses anda mahasiswa manakala anda bisa menikmati semua sesuai dengan koridor ikhtiar anda, dalam tulisan sederhana ini akan diulas mengenai
         *         Sejauhmanakah visi anda?
         *         Sukses Kuliah
         *         Dilemma Bekerja Sambil Kuliah
         *         Berburu Beasiswa
         *         Anda Kuliah Terjadwal Dengan Hasil Terukur
         *         Aktivis Kampuskah Anda ?
         *         Menikah Disela Kuliah, Mungkinkah?
         *         Bisnis Mahaisswa
         *         Deadline Skripsi
         *         Spiritual Mahasiswa
         *         Sarjana Visioner


[1]
[2] Lima Formula Mewujudkan Impian Anda(Five Ways to Make Your Dream Come True), Abraham Perrils, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2010

[3] Lima Formula Mewujudkan Impian Anda(Five Ways to Make Your Dream Come True), Abraham Perrils, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2010

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Nama

Email *

Pesan *