Senin, 12 September 2016



RESUME BUKU
Judul Buku              : #SpeakUp
Pengarang               : Dimas Nay
Penerbit/Tahun       : Metagraf/2015
Jumlah Halaman    : 206 Halaman


Life Hard no More Hard
Salah satu cara untuk melihat bagaimana karakter yang ada dalam diri kita adalah seberapa tangguh kita menghadapi permasalahan yang ada dalam hidup ini. Karakter dalam diri kita sedikit banyak akan terbentuk dari guncangan case by case oleh Tuhan kepada kita.Keluarkan apa yang ada dalam diri kalian. Jadikan masalah sebagai teman hidup kita bersama. Jangan berpikir dalam diri kita ini tidak ada masalah.

Karakter anak muda akan terlihat jelas ketika mereka berjuang untuk menyelesaikan masalah yang ada di depan mata mereka. Bukan malah menutup mata kemudian membuka mulut sibuk untuk mengeluarkan excuses bahwa, “Saya malas berurusan dengan itu karena malah semakin nambah masalah!”

Pilih Dalaman yang Pas
Apa yang kita lihat di depan mata bukan pantas begitu saja. Perlu kita filter. Menjadi diri sendiri adalah langkah yang tepat buat kita. Seringlah bertanya pada dirimu, sebelum bertindak jadikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan terhadap kita menjadi dasar dalam bertindak. Jangan pernah gegabah dalam bertindak. Lakukan sesuai porsi yang bisa kita lakukan.Gunakan gaya kerja, gaya berkomunikasi, dan gaya dalam menyelesaikan permasalahan dengan standar yang sesuai kita saja, jangan pernah memaksakan diri.

Pasang Harga Mahal
Harga mahal akan berkaitan dengan sebuah prinsip. Anak muda harus punya prinsip. Anak muda harus pasang harga mahal pada sebuah prinsip. Ketika anak muda tidak memiliki prinsip maka yang terjadi adalah apa yang dia lihat selalu terkesan baik untuknya, sehingga dampaknya adalah dia akan menjadi orang yang suka “mengekor”. Ke mana pun orang pergi dia akan ikut. Selain itu, “harga mahal” dapat membuat orang lain lebih menghargai siapa kita. Pasang harga mahal pada prinsip, tidak ada yang bisa membeli prinsip kita. Siapa pun!Itulah sebuah prinsip, yang membuat seseorang tangguh dan kuat serta berani untuk menyuarakan keberanian tersebut.

Produksi Energi Positif
Energi positif harus diciptakan pada kondisi apa pun. Setelah mengetahui gaya apa yang sesuai dengan diri kita, kini kita saatnya melakukan produksi #EnergiPositif.Rangkaian dari awal. Kita sudah mengetahui bagaimana karakter dalam diri kita, sesuaikan dengan apa yang sesuai porsi dalam diri kita, lalu berikan label yang tinggi pada sebuah prinsip dalam hidup kita.

Mencari Tantangan
Tantangan pasti akan menghasilkan sebuah permasalahan. Begitu juga dengan menantang. Keduanya sama-sama dekat dan menghasilkan sebuah masalah. Lalu, yang membedakan keduanya, apa? Yang membedakan keduanya adalah penyikapan terhadap sebuah masalah, kala masalah itu datang menghampiri anak muda.Pikir dulu sebelum bertindak, bergegaslah secepat cahaya. Rampungkan apa pun yang harus dirampungkan!

Carilah masalahnya, selesaikan masalahnya dengan gaya pemikiran yang sesuai kalian. Ingat, jangan pernah memaksa yang lain! Jangan setelah mendapatkan masalah, tanpa dikaji dulu, ba-bi-bu sudah berkoar-koar, ngakunya sok peduli, eh, ternyata selesai berkoar-koar hilang deh!

Semua Zona Harus di Coba
Anak muda yang siap dengan tantangan maka dia mau tidak mau harus mencoba seluruh zona kehidupan.Semua zona? Iya semua zona kehidupan. Zona kehidupan yang saya maksud adalah lapisan kehidupan. Anak muda harus merasakan bagaimana sensasi di setiap lapisan kehidupan, lapisan kehidupan di atas dan bahkan lapisan di bawah.

Kreatif Dong, Jangan Diam Saja
Berjiwa kreatif akan membuat anak muda menjadi lebih mudah bergerak ke sana kemari. Dia akan berpikiran yang easy going! Tidak ada jalan buntu dalam kehidupan ini. Dia akan berusaha mencari celah untuk menemukan solusi. Menjajal semua zona dalam kehidupan akan membuat diri kita sebagai anak muda yang bijak dalam melihat sebuah kehidupan. Setiap zona dalam kehidupan akan memberikan wawasan terhadap kita sebagai anak muda.

Anak Muda itu Lincah
Passion yang akan membuat kita bergerak dan dibumbui dengan kesungguhan. Tidak ada yng bisa menghalangi kita untuk bergerak lincah berdasarkan passion. Dan kita tidak bisa memaksakan kehendak orang lain berdasarkan passion yang kita miliki. Bergerak lincahlah sesuai passion-mu. Jangan pernah menjadi anak muda layaknya sebuah debu. Kamu tahu debu? Kehadirannya selalu tidak diharapkan pleh orang lain. Dia lemah, sekali tiup terbang berhamburan ke sana kemari.

Focus
Mari berpikiran simpel, tapi mendasar dan memahami apa permasalahan utamanya. Lakukan sekarang, jangan tunggu nanti!

Setelah kamu mengetahui bagaimana jiwa anak muda yang sesungguhnya, dengan segala kekuatan passion dalam diri yang harus teroptimalkan dan dibenturkan dengan berbagai permasalahan serta rintangan, maka langkah berikutnya adalah bagaimana caranya menerobos tembok sebagai penghalang kamu untuk menuju pada tahap perubahan yang nyata, yakni belajar menetapkan sebuah target.

Tidak ada target yang terlalu tinggi, lalu yang ada apa? Yang ada adalah target yang tidak diimbangi dengan aktualisasi secara nyata. Hanya berhenti pada sebuah target.

Pembaca, Pembelajar, dan Penulis
Hiduplah sebagai anak muda yang berkualitas dengan banyaknya pengetahuan yang kamu punya. Jangan hanya pandai mengetahui letak alfabet yang ada di dalam gadget kamu, tapi juga hafal dan memahami kondisi apa yang sedang terjadi melalui bacaan buku yang sudah kamu baca. Memiliki gadget yang tercanggih bukanlah kesalahan, namun jangan lupa untuk juga menggunakannya dengan bijak. Banggalah dengan seberapa jauh pengalaman pengetahuan atau wawasan yang sudah kamu punya selama hidup.Perluas wawasan apa pun yang tidak kita ketahui. Bagilah wawasan yang kamu punya pada siapa pun dan jangan pernah letih untuk terus selalu memahami bagaimana ritme kehidupan.

Visioner
Sibuk belum tentu produktif. Produktif itu tidak harus sibuk yang ekstrem, loncat sana-sini belum tentu dia produktif. Produktif itu kalau aktifitas kita memberikan kebermanfaatan buat diri kita dan sekitar. Produktif itu memberikan kebermanfaatan buat orang lain. Jangan pernah malu untuk kehabisan waktu dan tenaga, namun tidak memberikan manfaat apa pun dalam diri sendiri dan sekitar. Selama kamu masih mengambil jatah oksigen di bumi ini, sedikit atau banyak, berarti kamu harus siap untuk menjalani segala aktifitas yang harus menghasilkan kebermanfaatan.

Tata kembali langkah strategis kita, buat dengan benar target yang strategis dari kita. Jangan membuat target hidup kita dengan asal-asalan, dan perlu diingat tidak semua hal yang ada di depan mata kita harus dimiliki.
Tidak Perlu Menengok Rumput Tetangga

Jalan dan berlarilah sampai tidak terasa capaimu itu hadir. Kalau bisa sampai wajahmu memerah dan degup jantung tidak kamu rasakan kala sebuah target sudah kamu tentukan. Berlari kalau memang itu harus! Berjalan kalau memang kala berlari sedang tidak perlu dilakukan.

Kalau perlu buat orang lain untuk memuji atas prestasimu. Tapi jangan pernah sekali pun berbuat sesuatu hanya sekedar magharapkan berapa banyak pujian yang akan kamu dapatkan atas sesuatu yang telah kamu lakukan.Cukup menjadi orang yang mampu menempatkan diri dengan cukup baik yakni yakinkan untuk selalu bisa membangkitkan potensi terpendam dalam diri, saatnya eksplor potensimi.

Corat-Coret Wajahmu Sekarang Juga
Penuh dengan pengalaman menjadi poin berikutnya bagi anak muda yang berjiwa #SpeakUp. Hitung sekarang juga seberapa banyak pengalaman pahit yang pernah kamu alami selama kamu hidup di dunia ini.

Lemah itu tercipta karena kita merasa ada orang lain yang lebih kuat dari kita. Berarti kesimpulan sebenarnya kamu bisa kuat sama seperti dia yang kamu anggap lebih kuat sama seperti dia yang kamu anggap lebih kuat dari kamu. Hanya saja kamu terlalu memikirkan apa yang belum kamu lalui. Dia adalah kamu. Kamu adalah dia.

Mencipta Dunia Kontroversi
Kontroversi yang kamu buat jangan sampai melibatkan orang lain untuk menjadi lebih rusak. Gegerkan orang lain dan buat meraka terkejut dengan apa yang sudah kamu lakukan, tentunya yang positif!

Sang Kreator
Di mana-mana anak muda itu akan memulai duluan tanpa menunggu perintah. Berbuat apa yang harus dilakukan. Menciptakan sebuah perubahan tidak harus dimulai dari nol. Saya sangat kurang setuju istilah “semua itu berawal dari nol!” Tidak ada yang dimulai dari nol! Kalau dimulai dari nol, berarti seolah-olah diri ini tidak punya apa-apa.

Ingat, tidak perlu menunggu komando, tidak perlu menunggu siapa yang akan ditunjuk untuk menyelesaikan sebuah permasalahan, tapi lakukan segera dan bangun prinsip diri yang tangguh.

Ciptakan Medan Magnet
Anak muda adalah sang kreator dengan prinsip yang kuat dan sehingga nantinya akan menghasilkan sebuah gelombang yang mampu menarik massa untuk melakukan kegiatan positif bersama-sama: ciptakan medan magnet!

Jadilah anak muda yang seperti kacang hijau sempurna secara tumbuhnya. Masalah anggap seperti air, lalu jiwa pemenang anggaplah sebuah paparan sinar matahari. Ketika keduanya dikolaborasikan maka yang terlihat adalah hasil sempurna, kau akan terlihat sempurna kala memadukan sebuah masalah dengan jiwa pemenang!

Menghidupkan naluri magnet dalam diri kita itu mutlak adanya. Jangan mundur, terus maju dan tetap mencari wilayah manakah yang harus membuat kamu berhenti untuk memancarkan medan magnetmu supaya dapat menarik siapa pun yang ada di sekitarmu ke dalam gelombang perubahan positif.

Malu Bukan Tuhan mu
Baru-baru ini jagad media kita digemparkan oleh satu berita yang sebenarnya mematahkan ego tinggi bagi kaum intelektual. Mengaku atau tidak, mostly kamu intelektual di Indonesia sangat meninggikan egonya. Satu berita ini dapat dijadikan sebuah refleksi yang “pas”, bagi kalian yang mengaku kaum intelektual tapi hanya mengedepankan ego. Hari gini masih makan ego? Gak bakalan hidup, deh!

Lakukan apa yang membuat kamu malu. Jangan pernah berhenti melakukan sesuatu selama itu masih bersifat positif, sekalipun rasa malu itu muncul. Ingat, ubah rasa malu menjadi bersifat mutualisme.

No Excuse
Bukan lingkungan yang menyesuaikan kita melainkan kitalah yang seharusnya bisa menyesuaikan dengan lingkungan. Membuat ritme kehidupan dengan lingkungan hingga menghasilkan sebuah irama yang indah dalam kehidupan. Tidak sesuai dengan lingkungan atau keadaan bukan sebuah alasan untuk tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Share Your Passion
Passion yang baik adalah membuat kita mampu mengembangkan diri. Ketika dalam satu kegiatan kamu sudah merasa itu adalah passion mu, tapi setelah cukup lama dalam kegiatan itu, tidak memberikan efek pengembangan diri, namun hanya memberikan kepuasan semata, Tinggalkan! Daripada kamu harus merusak ritme orang lain yang merasa itu adalah passion yang sempurna bagi mereka.

A Deadline is Dead
Mematikan deadline akan membantu kita dekat dengan sifat menghargai waktu. Terlihat mudah, namun kenyataannya akan terasa susah dalam menjalaninya. Buat dirimu berpetualang untuk menikmati dunia tanpa deadline. Kerjakan seawal mungkin dan nikmatilah bagaimana waktu menjadi sangat berharga bagi kamu.

Motivasi Diri dan Percaya Diri
Tunjukkan bahwa kamu adalah sosok yang memiliki jiwa visioner, mandiri (tidak manja), kreatif (berbuat tidak biasa), tidak menjadikan malu sebagai Tuhan, bergerak dengan passion, dan pandai merawat kesempatan.

Buat mereka terpukau dengan kemampuan menarikmu dan buatlah orang sekitarmu mengikuti gerak perubahan yang kamu ciptakan. Sekarang juga!

Merawat Kesempatan
Kesempatan berasa seperti pelengkap dalam kehidupan kita. Benar? Jangan menggelengkan kepala! Coba ingat lagi, apakah ketidakmungkinan bibir kamu tidak mengatakan, “Ini adalah kesempatan emas Saya!” Dari sebuah kondisi terpuruk kemudian setelah kamu mengatakan hal seperti itu kamu merasa ada energi.Please prepare for keeping your oppurtunities and #SpeakUp, now!

Keberuntungan, Berbedakah Dengan Kesempatan?
Keberuntungan dan kesempatan hanya berbeda tipis. Kalau kata orang ganteng dan cantik, kayak pembaca sekarang yang serius banget mukanya buat baca tulisan pada bagian ini, “Mereka berdua, keberuntungan dan kesempatan, adalah dua hal yang berbeda dan mereka bagaikan sebuah uang logam dengan dua sisi yamg berbeda!”

Tak Semua Kesempatan itu Baik
Siapa bilang semua kesempatan itu baik. Siapa yang menjamin? Tidak ada! Kalau yang menentukan, itu baru ada. Siapa yang menentukan kesempatan itu baik atau buruk? Itu adalah kamu sendiri!Ketika effort sudah kamu keluarkan matang-matang dan ternyata masih memberikan kesan negatif, maka tinggalkan itu.

Orang lain selain kamu, saya pastikan tidak akan bisa memberikan penilaian apakah kesempatan yang kemungkinan sedang kamu hadapi adalah kesempatan yang memberikan kesan positif atau negatif. It’s depend of you guys! Don’t waste your time and please respect with your mind and yourself.

Awas Di-Black List Kesempatan
Bukan hanya Bank Indonesia atau Financial Office yang memberikan pelayanan kredit barang hingga uang yang bisa mem-block atau black list nama kamu. Tapi, sebuah kesempatan juga akan melakukan sikap yang sama seperti kedua instansi yang telah saya sebutkan di atas kepada kamu, yakni memblock nama kamu supaya kamu berasa susah banget untuk mendapatkan sebuah kesempatan di dunia ini.Pikir dua kali untuk mengatakan bahwa “kesempatan itu tidak memiliki peran apa pun!”

Tidak Ada Kesempatan Kedua
Kesempatan kedua berarti melemahkan kita untuk mati-matian mengejar kesempatan pertama. Hanya ada satu kesempatan bagi seorang pemenang.Kejar kesempatan pertama, lihat apakah kesempatan itu dapat membuatmu melemparkan gelombang perubahan positif atau masih memberikan kesan negatif, kemudian kamu masih berpotensi untuk mengubahnya hingga membuat kamu bisa melemparkan gelombang perubahan positif.

Hanguslah kesempatan selain kesempatan pertama. Keluarkan daya upaya kita, tunjukkan kepada kesempatan bahwa kita bersedia untuk menjabat tangannya dan memeluknya dalam-dalam.

Respect!
Sangat susah untuk menerapkan satu kata ini dalam kehidupan seseorang. Saya juga masih belajar bagaimana membangun respect kepada siapa pun, termasuk pada sebuah kesempatan. Membangun rasa respect pada sebuah kesempatan itu juga diperlukan dalam diri kita.

Berusaha untuk welcome pada bentuk apa pun kesempatan yang datang dalam kehidupan kita. Jangan pernah membedakan sebuah kesempatan, khususnya pada hal kecil atau besarnya kesempatan yang datang kepada kita. Kecuali kesempatan yang membawa dirimu pada gelombang perubahan negatif.Kalau itu harus dan wajib kamu tinggalkan, jangan dipilih!

Nihilkan Warna
Betapa menyesalnya kala itu saya tidak bisa memberikan yang terbaik buat dirinya. Satu cerita dan satu pengalaman yang mungkin sampai sekarang tidak bisa saya lupakan. Percayalah, ketika kamu berbuat yang terbaik bersiaplah Tuhan bakal kasih yang terbaik buat kamu! Menegasikan ego adalah satu tindakan yang baik untuk kita, yang bertujuan menyambut lambaian hangat dari sebuah kesempatan yang baik kepada kita!

Strategic Support
Mostly, dari kita tidak bisa melihat kesempatan dengan jernih manakala berbagai masalah menumpuk dalam kehidupan kita. Ketika ada sebuah masalah, tidak jarang diri kita selalu merasa inilah jalan terakhir saya. Tidak ada jalan lain. Tidak ada kesempatan lainnya yang bisa membuat saya lebih baik. Ingat, bukan kesempatan kedua loh ya, tapi kesempatan lainnya!

Perlu strategi yang bisa mendukung kita untuk bisa mencapai zona kesempatan yang unggul bagi diri kita. Bagaimana strategi itu bisa kita buat ?
Tetapkan hati untuk memilih kesempatan mana yang harus kamu pilih. Jadikan permasalahan demi permasalahan sebagai tangga yang nampak dan membuat dirimu bisa memilih dan memilah mana yang harus kamu ambil.Tetapkan satu bukan dua!

Mengingat Visi
Bukan hanya ketika kamu melihat ada sebuah kesempatan, poin yang satu ini semestinya sudah wajib menghiasi kehidupan kita semua. Kalau perlu visi menjadi karakteristik dalam diri kita oleh orang lain. Orang lain mengenal baik siapa kita bukan hanya karena attitude, tapi visi yang kita bawa juga perlu menjadi alasan orang lain mengenal siapa kita.

Don’t Look at Your Past Time
Jangan hanya menghentikan langkah kaki kita hnya sekedar karena bayang-bayang ketakutan akan kegagalan dari masa lalu yang pernah kita alami. Masa lalu tidak punya hak untuk menghentikan kesuksesan kita di masa depan. Dia hanya sebagai alarm kita untuk mengingatkan bahwa jangan sampai melakukan hal yang sama seperti dulu, hal yang salah.

#SpeakUp, now!
Ketika terbangun dari tidur, ada dua pilihan yang harus kamu tahu. Pertama, kembali hanya meneruskan mimpimu, menikmati keindahan mimpi semata. Kedua, atau tidak meneruskan mimpi kembali, tapi langsung merealisasikannya secara konkret, eksekusi, dan evaluasi mimpi-mimpi besarmu! Merasakan mimpi itu sudah sungguh luar biasa. Ketika bermimpi di suatu malam, pasti keesokan paginya sengaja atau tidak, kita bersemangat membagikan bagaimana cerita mimpi kita semalam. Yah, entah itu mimpi kburuk atau bagus. Bagaimana jadinya kalau melakukan mimpi itu dengan aksi secara nyata, pasti sungguh luar biasa bukan?Buat dirimu mengetahui porsi kekuatanmu yang sebenarnya jelas besar sekali. Buat kepalamu menggeleng dengan keras saat kegagalan menjabat tanganmu!

Rabu, 31 Agustus 2016

PSIKOLOGI DALAM DAKWAH




Terciptanya psikologi dakwah tentunya tidak lepas dari sejarah perkembangan psikologi dan dakwah, serta psikologi islam sampai pada psikologi dakwah itu sendiri, yang kemudian berdiri secara otonom.Psikologi dakwah mempunyai teori serta prinsip-prinsip dan sudut pandang khusus yang berbeda dengan ilmu-ilmu lainnya. Psikologi dakwah, sebagai gabungan dari psikologi dan dakwah, mempunyai objek pembahasannya tersendiri yang membedakannya dengan ilmu yang lain, baik objek materialnya maupun formalnya. 

Oleh karena objek kajian yang sangat luas, maka pada kesempatan ini kita akan berusaha menelaah tentang perkembangan psikologi, dakwah, dan psikologi dakwah beserta kedudukan psikologi dakwah dalam ilmu psikologi, dan juga yang tak kalah penting disini kita akan membahas tentang hubungan psikologi dakwah dengan ilmu yang lain, karena diakui atau tidak, kajian yang sangat luas  ini berhubungan dengan ilmu-ilmu yang lain.

A.    Sejarah Perkembangan Psikologi, Dakwah, Psikologi Islam dan Psikologi Dakwah

Sejarah Perkembangan Psikologi

Beberapa abad sebelum Masehi, para ahli pikir Yunani dan Romawi telah berusaha mengetahui hidup kejiwaan manusia dengan cara-cara yang bersifat spekulatif. Pada zaman ini psikologi masih dalam ruang lingkup filsafat, Para ahli menyebutnya filsafat rohaniah, karena mereka berusaha memahami jiwa melalui pemikiran pilosofi dan merupakan bagian dari filsafat. Salah satu filsuf pada saat ini plato dan aristoteles.

Sejalan dengan dinamika hidup masyarakat untuk senantiasa mencari pemuasan dalam segala aspek kehidupannya maka pikiran manusia pun mengalami perkembangan yang bertendensi ke arah pemuasan hidup ilmiahnya yang semakin sempurna. Mulai zaman humanisme  (aufklarung), sistem dan metode berpikir manusia tidak lagi bersifat spekulatif , melainkan menuntut sistem dan metode yang bersifat rasionalistis. Di antara ahli pikir pada masa ini adalah Thomas Aquinas dan Jhon Locke.

Sejak permulaan Abad XX, psikologi makin berkembang ke arah pengkhususan studi tentang aspek-aspek kehidupan jiwa manusia yang masing-masing memiiiki ciri khas yang membedakan satu dengan yang lainnya. Adapun pengkhususan tersebut dapat dikemukakan dalam beberapa aliran sebagai berikut: a. Psiko-analisis, b. Psikologi Individual (ilmu jiwa Pribadi), c. Psikologi analitis.[1]

2. Sejarah Perkembangan Dakwah
a.      Priode Nabi Muhammad dan Khulafa al-Rasyddin
Sejarah dakwah Nabi Muhammad dapat dibagi dalam dua fase, fase Mekkah dan Fase Madinah. Fase mekkah dimulai semenjak Rasullulah menerima wahyu pertama di gua Hira, sedangkan pada fase Madinah  dimulai ketika Nabi Muhammad menerima wahyu untuk berhijrah ke Madinah pada saat orang-orang Quraisy merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhannad dan para pengikutnya.

b.     Priode umayyah, ‘Abasiyyah, dan utmani
Priode ini adalah masa dinasti Umayyah, ‘Abasiyyah, dan utsmani. Priode ini dimulai dengan berdirinya Dinasti  Bani Umayyah oleh Mu’awiyah bin abi Shafyan pada tahun keempat puluh Hijriyah hingga runtuhnya Dinasti Bani Utsmani pada tahun 1343 H/1924 M.

c.      Priode Zaman Modern
Pada priode ini ada yang mengambil bentuk dakwah yang bermacam-macam, ada yang berdakwah secara personal, ada juga yang bergerak secara berklompok.

3. Pemikiran ke Arah Psikologi islam
Pembicaraan tentang jiwa (ruh) dalam islam sudah di mulai sejak munculnya pemikir-pemikir islam dipanggung islam. Dimulai dengan runtuhnya peradaban Yunani Romawi dan adanya gerakan penerjemahan, komentar serta adanya karya orisinal yang dilakukan oleh para pemikir islam terutama pada masa Daulah Abasiyyah, esensi pemikiran yunani diangkat dan diperkaya. Disisi lain, para fisuf muslim juga terpengaruh oleh pemikiran Yunani dalam membahas nafs (jiwa), sehingga kubu fisafat islam diwakili oleh ibnu Rusyd terlibat perdebatan akademik berkepanjangan dengan Al-Ghazali. Dalam kurun waktu kurang lebih tujuh abad, nafs (jiwa) dibahas dalam dunia islam dalam kajian yang bersifat sufistik dan falsafi. Pembicaraan tentang nafs (jiwa) ini maka sangat memungkinkan, karena islam sendiri telah memiliki konsep sendiri tentang manusia serta unsur-unsurnya, maka sangat wajar bila para pemikir muslim juga berbicara islam dan jiwanya.

4. Pemikiran ke Arah Psikologi Dakwah
Psikologi Dakwah merupakan cabang pengetahuan baru yang merupakan gabungan antara kajian psikologi dengan ilmu dakwah. Psikologi dakwah juga pada hakikatnya merupakan bagian dari psikologi islam, karena dalam psikologi dakwah landasannya Al-Qur’an dan Hadis. Perkembanganpun sejalan dengan perkembangan pemikiran psikologi dalam islam. Ilmu ini dirasakan perlu dalam rangka mengefektifkan pelaksanaan dakwah dan memaksimalkan hasil dari kegiatan dakwah.

Di Indonesia, ilmu ini dirintis oleh H. M Arifin sekitar tahun 1990. Menurut beliau, pada hakikatnya psikologi dakwah merupakan landasan dimana metodologi dakwah seharusnya dikembangkan. Psikologi dakwah membantu para Da’I dan para penerang agama memahami latar belakang hidup naluri manusia sebagai makhluk individual maupun sebagai makhluk social. 

B. Kedudukan Psikologi Dakwah Dalam Ilmu Psikologi
Psikologi berdasarkan kegunaannya ada dua macam, yang pertama psikologi teoritis, yaitu ilmu yang mempelajari gejala-gejala kejiwaan untuk gejala-gejala itu sendiri. Yangkedua psikologi praktis/terapan, yaitu ilmu yang membahas segala sesuatu tentang jiwa untuk digunakan dalam praktek.

Jika dikaitkan dengan psikologi dakwah, yang mana makna secara sepintas dapat kita definisikan sebagai ilmu pengetahuan yang bertugas mempelajari atau membahas tentang segala gejala hidup kejiwaan manusia yang terlibat dalam proses kegiatan dakwah.
Dari definisi diatas, dapat kita simpulkan  bahwa psikologi dakwah merupakan psikologi praktis atau psikologi terapan, karena penggunaannya lebih pada prakteknya.

Disamping itu pula yang dibahas dalam psikologi dakwah ialah mengenai masalah tingkah laku manusia dilihat dari segi interaksi dan interrelasi serta interkomunikasi dengan manusia lain dalam hidup kelompok sosial, disamping masalah hidup individu dengan kelainan- kelainan watak dan personality, mendapat tekanan-tekanan analisis yang mendasar dan menyeluruh, karena tidak dapat dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk sosial.  

C. Hubungan Psikologi Dakwah dengan Ilmu Lain
Untuk memperjelas pembahasa ini, maka kami akan jelaskan satu persatu:

1. Hubungan Ilmu Dakwah dengan Psikologi
Islam adalah agama dakwah, agama yang menyebarluaskan kebenaran dan mengajak orang-orang yang belum mempercayainya untuk percaya,  menumbuhkan pengertian dan kesadaran umat islam agar mampu menjalankan hidup sesuai yang diperintahkan. Dalam melaksanakan proses dakwah akan menghadapi berbagai keragaman dalam berbagai hal, seperti pikiran-pikiran, pengalaman, kepribadian, dan lain-lain. Keragaman tersebut akan memberikan corak dalam menerima pesan dakwah, karena itulah untuk mengefektifkan seorang dai ketika menyampaikan pesan dakwah kepada mad’u diperlukan memahami psikologi yang mempelajari tentang kejiwaan.

2. Hubungan psikologi dakwah dengan ilmu komunikasi
Kegiatan dakwah adalah kegiatan komunikasi, dimana Da’i mengkomunikasikan pesan kepada Mad’u, perseorangan atau kelompok. Secara tehnis dakwah adalah komunikasi antara da’i(komunikator) dan mad’u(komunikan). Dan disini cara kerja psikologi dakwah sama dengan cara kerja psikologi komunikasi, karena manusia yang menjadi pelaku dakwah dan pelaku komuikasi adalah sama manusia yang berpikir, berperasaan, dan berkeinginan.

3. Hubungan psikologi dakwah dengan psikologi   agama
Psikologi Agama (ilmu jiwa agama) meneliti sejauh mana pengaruh keyakinan agama terhadap sikap dan tingkahlaku seseorang (berfikir, bersikap, dan bereaksi). Lapangan penelitian psikologi agama adalah kesadaran beragama dan pengalaman beragama. Jika psikologi berusaha menguak apa yang melatarbelakangi tingkah laku manusia yang terkait dengan dakwah, maka psikologi agama mencari seberapa besar keyakinan agama seseorang memenuhi tingkah lakunya.

4. Hubungan psikologi dakwah dengan patologi social
Psikologi dakwah adalah upaya mengajak kepada ajaran agama menuju kepada kesejahteraan jiwa dan raga Mad’u dan Da’i. Sebelum memulai dakwah, para da’i perlu mengetahui lebih jauh apa saja penyakit-penyakit masyarakat yang hal itu dibahas oleh ilmu patologi sosial.

5. Hubungan psikologi dakwah dengan sosiologi
Sosiologi menaruh perhatian pada interaksi sosial. Interaksi sosial akan terjadi apabila terjadinya komunikasi. Demikian juga kegiatan dakwah yang merupakan komunikasi antara Da’i dan Mad’u yang akan melahirkan interaksi sosial.

6. Hubungan psikologi dakwah dengan psikologi individual
Manusia adalah makhluk individual, makhluk yang tidak bisa di bagi-bagi, terdiri dari jasmani dan rohani yang merupakan kesatuan yang utuh. Psikologi individual adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa manusia dari segi individualitas (pribadinya).Bantuan psikologi individual terhadap psikologi dakwah terletak pada pengungkapan tentang hal ihwal hidup kejiwaan individual dengan aspek-aspek dan ciri-cirinya yang mengandung kemungkinan dapat dihampiri secara bijaksana untuk diarahkan kepada tujuan dakwah sesuai dengan kebutuhan pemuasan pribadi masing-masing melalui proses dakwah yang tepat.

7. Hubungan psikologi dakwah dengan psikologi social
Selain manusia sebagai makhluk individual, secara hakiki manusia juga merupakan makhluk sosisal. Psikologi sosial merupakan landasan yang memberikan dan mengarahkan psikologi dakwah kepada pembinaan sosialisasi manusia sebagai objek dakwah karena dalam psikologi sosial dipelajari tentang peyesuaian diri manusia yang diitimbulkan oleh rangsangan-rangsangan sosial, perubahan tingkah laku sesuai rangsangan-rangsangan sosial.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Nama

Email *

Pesan *