Sabtu, 13 Januari 2018

“AKU BUKAN BINTANG”


Untuk sukses dalam hidup, kita harus berani berbeda dengan orang lain. Buku ini menggugah kita untuk out of the box. Meninggalkan mindset kita yang kadaluwarsa dan membangun mindset baru yang lebih segar untuk menggapai cita-cita yang kita idam-idamkan. Isinya syarat informasi dan motivasi.Sesuai dengan isi buku yang berjudul Kamu Bukan Bintang, buku ini ditulis untuk orang-orang yang merasa dirinya pecundang, bukan bintang. Anda penasaran..? baiklah kalau begitu langsung kita intip aja isi bukunya.

  1. Berpikir Gagal
Gagal adalah ketika anda tidak kenal siapa anda. You are what you think !kalimat inilah yang akhirnya menjadi muara apakah anda gagal atau berhasil. Kegiatan berpikir inilah yang menjadi pertimbangan segala tindakan anda.Semuanya bermula dari pikiran anda.

Berpikir gagal adalah tindakan yang menutup pintu keberhasilan.Kita gagal karena keberhasilan tidak tercitrakan dalam kepala kita. We are what we think! ketika kita memulai sesuatu dengan kecemasan akan kegagalan berarti kita mulai menciptakan berbagai kegagalan saat kita memulai langkah pertama. Keberhasilan tidak akan terwujud dalam bentuk realita ketika kita tidak melakukan aksi nyata. Seperti itulah otak kita bekerja.Anda punya seratus alasan untuk gagal, namun anda juga punya seratus alasan untuk berhasil.Maka keinginan anda untuk melakukan aksi nyata adalah tolak ukur apakah anda memilih untuk berpikir gagal atau sebaliknya.

  1. Bertindak Asal
Keberhasilan hanya akan diperoleh bagi mereka yang bersungguh-sungguh. Namun, terkadang kita sering terjebak dalam rasa malas dan lelah, serta keragu-raguan.Dan kita pun mulai meremehkan tindakan. Ketika kita mulai meremehkan dan memandang rendah tindakan kita, hal ini akhirnya akan melunturkan percaya diri dan kesungguhan kita. Kita tidak menemukan percaya diri dan kesungguhan karena sering memandang diri sendiri rendah atau lebih tinggi dari yang seharusnya.Akhirnya kita bertindak tidak seperti adanya kita.

Tindakan yang kita lakukan setidaknya harus berlandaskan pada FOE (Field of Experinces) dan FOR (Frame of References). Sebelum bertindak, ada baiknya anda memikirkan dulu apa yang melatarbelakangi tindakan anda. Apa yang anda lakukan harus mempunyai alasan. Alasan itulah yang akan membedakan kualitas dari hasil tindakan yang anda lakukan (anda berhasil atau gagal).

  1. Tak Berani Mengkhayal
Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur. Imajinasi adalah upaya dan proses pembentukan citra. Tindakan adalah upaya berikutnya yang membuat sebuah citra menjelma menjadi realita.Mereka tidak berhenti pada mimpi mereka, namun melanjutkan mimpi itu dengan tindakan.Mereka tidak berhenti pada mimpi saja namun juga mengekspresikan mimpi itu melalui saluran yang tepat.

Imajinasi memungkinkan kita melihat apa yang tidak dilihat orang. Mimpi memungkinkan seseorang memimpin dirinya sendiri untuk menemukan keunikan talenta atau bakat alam yang tersimpan dadalam dirinya.Namun, mimpi dan imajinasi anda tidak memberikan apa-apa selain membuat anda selangkah lebih maju dari orang-orang yang tidak punya mimpi, dan ribuan langkah lebih maju jika melanjutkan mimpi itu dengan sebuah tindakan. If you can Dream it, you can Do It..

  1. Berotak bebal
Otak bebal bisa terjadi ketika kita menolak jalinan baru yang menghubungkan satu neuron ke neuron lain. Masa lalu biasanya menjadi sumber utama penyebab otak bebal. Trauma atau romantisme anda dimasa lalu bisa menjadi dinding yang menghalangi proses belajar.

Orang yang berotak bebal tidak memiliki kehendak untuk membentuk koneksi baru.Mereka tidak mau belajar sehingga koneksi neuron terputus Namun, orang cerdas memutuskan untuk menghubungkan kembali sel neuron yang terputus dengan sebuah hasrat yang mendorong tindakan mereka.Hasrat inilah yang menentukan kecerdasan seseorang.

Otak yang bebal selalu menganggap bahwa masalah yang dihadapi sekarang sama dengan yang di masa lalu. Dia menilai bahwa berbagai masalah dapat diselesaikan dengan cara yang sama, padahal masalah yang menimpanya sekarang tidak sama seperti saat masalah itu terbentuk pertama kali, sehingga dia sekarang tidak bisa menggunakan penyelesaian yang sama. Semuanya berkembang seiring usia yang juga bertambah. Oleh karena itu kita perlu menyerap informasi, mempelajari dan menyaring beberapa hal, lalu menjadikan hal-hal yang positif sebagai sistem yang memperkaya pengetahuan.

  1. Merasa Kesal dan Sering Merasa Menyesal
Anda merasa sesuatu terbuang ketika melakukan satu pekerjaan yang anda anggap tidak berguna ?atau merasa terempas dari ketinggian tertentu ketika ternyata yang anda lakukan tidak memberikan hasil sesuai dengan yang anda harapkan ? lalu anda memendamnya di dalam hati dan membiarkannya mengeras dan seakan dunia serasa sempit bagi anda.

Diri kita sendiri adalah bagaimana kita memandang dunia. Jika kita berkecil hati dan berpikiran sempit, maka kita pun akan mengecil dan menjadi kerdil. Namun, jika kita bebesar hati dan berpandangan luas, maka gerak kita akan meluas untuk menjangkau pandangan yang belum kita jelajahi. Ketika ternyata kesal dan sesal yang menjadi pilihan anda, maka mungkin anda akan melampiaskan kekesalan anda dengan cara diam, marah-marah, atau bahkan ada orang yang mamppu menampung kekeslan itu dengan tetap tersenyum.

Jadi ketika ada masalah menghampiri anda, cobalah untuk tidak berkata “Ya Tuhan, saya punya banyak masalah,” tetapi cobalah untuk berkata “Wahai masalah, sungguh aku punya Tuhan.” Dan perlahan anda akan mulai belajar untuk mengendalikan kekesalan anda dan mengubah penyesalan anda menjadi motivasi yang menggerakkan anda menuju perbaikan diri.

  1. Bercita-cita Dangkal
Gantungkan cita-cita setinggi langit, tapi jangan biarkan ia tetap di langit. Kejar dengan sebuah aksi nyata. Singkat, tepat, dan hemat telah menjadi cara yang ingin dilakukan banyak orang untuk memperoleh segala cita-citanya. Terkadang tiga kata ini menjadi candu bagi para pemalas.Sehingga tak jarang, seperti mencontek yang sering dilakukan.Banyak orang memilih jalan pintas untuk meraih cita-cita. Tapi ada rumusan pasti tentang sebuah usaha, cara singkat akan menghasilkan hasil singkat yang tak berumur panjang.

Sebagai manusia yang memiliki akal, mimpi, dan kehendak, manusia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang disebut kreativitas.Kemampuan ini akhirnya membuat manusia menjadi kreatif.Kreativitas lahir sebagai dampak dari hasrat kita untuk meninggalkan makna dalam kehidupan. Kreativitas menjadi bagian aktivitas kita manakala kita memahami bahwa cita-cita yang tiggi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara kita berusaha, tidak dengan jalan pintas.

Cita-cita akan tetap tergantung di langit manakala anda tidak segera membangunnya dengan kreativitas, dan kreativitas anda tidak akan teruji ketika anda tidak menyadari potensi yang anda miliki.

  1. Tak Berkeinginan Kekal
Terkadang, mungkin banyak orang yang salah paham dengan kita saat kita berupaya menunjukkan kebermaknaan yang ingin kita berikan kita berikan dalam hidup ini.Rasa pesimisme mungkin sempat hinggap pada diri kita dan melunturkan keinginan yang telah ada sejak kita masih kecil.

Keinginan kekal disini bukan berarti anda melihat impian anda dengan kacamata kuda.Keinnginan kekal disini berarti anda memiliki satu keyakinan bahwa anda dapat meraih mimpi dengamn mempelajari jalur alamiah unntuk mencapai keinginan tersebut. Anda perlu merangkul mimpi anda, bukan menyimpannya erat-erat didalam pelukan karena itu justru akan membuat anda jadi sesak karena terhimpit oleh impian yang anda ciptakan sendiri.

  1. Berperilaku Nakal
Tentu kita sudah tau bahwa tak ada jalan pintas untuk mencapai tujuan. Dan jika memang benar-benar ada jalan pintas maka banyak orang akan menuju jalan pintas sehingga jalan itupun bukan lagi jalan pintas. Tak ada jalan pintas, yang ada hanya jalur alamiah, yaitu jalur yang terbentuk ketika kita menyelaraskan minat dan kemampuan kita serta menemukan orang-orang yang tepat untukk membawa kita ke tujuan hidup dalam kendaraan yang kita miliki.

Untuk sampai pada tujuan yang kita inginkan, kita harus mengikuti berbagai prosedur (aturan dan rambu lalu lintas) agar dapat sampai dengan selamat.Tapi, sering ketidaksabaran seorang pengendara kendaraan membuat mereka melamggar prosedur. Hasilnya, kalau tidak kecelakaan, maka kesemerawutan di perlintasan jalan di kota besar. Yah, setidaknya seperti itulah hidup anda jika anda sering main bablas mengambil berbagai tanggung jawab yang tidak anda pahami.Mereka korbankan harga diri untuk mempertahankan citra diri yang telah melekat.

Anda tak perlu menjadi orang seperti itu, karena energi anda akan terkuras untuk mendapatkan citra yang anda inginkan sementara kompetensi anda tidak berkembang sedikitpun saat anda memfokuskan pikiran pada citra yang ingin anda raih.

  1. Berpihak Netral
Manusia adalah makhluk yang memaknai kehidupan sehingga ia baru bisa berada setelah ia mampu memaknai keberadaan dan memilih makna untuk bisa disematkan di kehidupannya. Dengan memilih, setidaknya kita setidaknya telah menunjukkan sikap kita.Kita menyadari bahwa visi, kehendak atau segala sesuatu yang ada di ranah ide tidak lagi bernilai setengah setelah mengejawantah menjadi sebuah aksi atau tindakan yang kita pilih.Dengan memilih, kita telah membuka pintu yang menghubungkan antara realitas yang ada di diri kita dengan relitas yang ada diluar kita.memilih dengan penuh kesehatan, berarti menyertakan kecerdasan emosional dalam pilihan yang kita tentukan.

  1. Tak Punya Mental
Orang bijak adalah arang yang mampu bangkit dari kegagalan.Namun, orang yang tercerahkan adalah orang yang mampu bangkit dari kegagalan dan mengubah kegagalan sebagai kemengangan dan berbagai prestasi yang gemilang.Anda berkesempatan menjadi orang bijak yang menceritakan kegagalan untuk dipelajari.Jika saat ini anda sekarang masih dapat menghitung kegagalan yang pernah anda peroleh, maka berkacalah pada kegagalan yang dihadapi oleh orang-orang sukses yang telah memperoleh banyak kegagalan dan akhirnya mencapai keberhasilan.

Orang-orang sukses dalam bidangnya adalah mereka yang bersabar agar mampu bertahan lebih lama dari para bintang-bintang yang menjadi pesaingnya.Mereka bertahan karena mereka yakin bahwa karakter mereka senantiasa berproses membentuk diri mereka yang baru dan orisinal.Maka bertahanlah jika anda sempat jatuh pada lintasan hidup.Lanjutkan perjalanan yang anda pilih.Jadikan tangis dan tawa sebagai sahabat, jadikan semua pengalaman anda menjadi penempa karakter anda.




AKU WANITA SEMPURNA DARI SOFIE BEATRIX



AM I A PERFECT WOMAN?
Dari rangkaian perenungan menemukan tafsirkan dalam kamus pribadi saya tentang wanita yang sempurna adalah bukanlah seorang wanita yang tengah berhasil meraih keberhasilan dalam hidupnya, adalah wanita yang mampu memilih sikap hidup menjalani hambatan sebagai pendorong atau titik balik dirinya untuk meraih kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang dimpikannya. Dalam situasi sulit apapun yang kita hadapi, bisa saja kita memilih untuk berkeluh kesah, tidak berdaya ketika ada satu dan tidak melakukan apapun, namun yang membuat kita bertahan dan berusaha untuk keluar dari untuk masalah, maka hal tersebut akan merubah kehidupan menjadi lebih baik.

AKU CINTA PADAKU
Tanpa cinta, hidup akan terasa hambar. Bagaimana kita bisa mencintai orang lain apa adanya, sementara kita tidak mencintai diri kita apa adanya, entah kita si buruk rupa atau si baik rupa? Dengan mencintai diri sendiri, kita akan menemukan banyak sisi baik yang kita punya. Apabila kita mencintai diri sendiri, kita akan menyirami diri dengan berbagai hal positif. Kita membuat diri kita sendiri tidak terlalu lama merasa terluka, tertekan, jelek, menderita, tidak terawat, bodoh, bahkan melukai orang lain. Mencintai diri sendiri membuat kita merasa hidup dalam kebahagiaan, kebanggaan, perasaan bermakna, dan dicintai.Pernahkah kita berpikir, betapa kasihannya 'sosok diri di dalam sana?Sosok itu, disadari atau tidak, dibenci oleh dirinya sendiri.  Bila kita mencintai diri, kita tidak akan melukai perasaan kita dengan berkeluh kesah, menangis, menyesali nasib, merasa hidup tak berarti, dan merasa tak berdaya. Menghargai segala yang ada dalam diri kita adalah sebuah mahakarya terindah dan keberadaannya memberi arti bagi dunia. Bila kita mencintai diri, kita pasti akan menerima diri kita dengan penuh syukur, serta berbuat yang terbaik untuk diri kita. Kita pun memberi tubuh kita penampilan yang terbaik, memberi makanan yang dapat memelihara kesehatannya, meningkatkan kemampuan belajar agar lebih cerdas dan terampil, membuatnya bahagia dan merasa berarti dengan berkarya, menjadikan hidup bermanfaat bagi orang lain.

PANGGILAN HIDUP
Panggilan hidup adalah sesuatu yang diperjuangkan sepanjang hidup, sesuatu yang bila kita kerjakan membuat kita merasa sangat berarti, karena tidak hanya mendatangkan kesejahteraan dalam bentuk penghasilan, tetapi juga kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup. Kehidupan kita pun akan terasa lebih bergairah dan terarah. Panggilan hidup yang masuk ke dalam pikiran kita akan mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuh kita. Hormon-hormon itu akan meningkatkan semangat dan daya juang. Kita menjadi kuat menghadapi apa pun yang terjadi. Panggilan hidup bagaikan magnet.Ia akan menarik segala sesuatu yang memiliki chemistry sama. Segala sesuatu yang semula tidak tampak menjadi jelas.Peluang-peluang baru yang mengarah padanya muncul dan terlihat dengan jelas.Bahkan peluang dan kesempatan tak terduga datang tanpa kita undang.

LIFE PLAN: MEMBUAT ANGAN MENJADI KENYATAAN
Perencanaan hidup dibuat berdasarkan panggilan hidup yang sudah kita tetapkan dan setelah kita merenungkan potensi dan kelemahan yang kita miliki.Perencanaan ini membuat apa yang kita lakukan lebih terarah dan dapat diprediksi pencapaiannya. Berikut adalah cara agar life plan bisa menjadi sederhana dan mudah dijalankan. Pertama, yang dibutuhkan adalah niat untuk sungguh-sungguh menjalankan (komitmen), disiplin, dan jujur terhadap diri sendiri.Ketika kita sudah berkomitmen untuk melakukan sesuatu, cobaan pasti mulai bermunculan.Salah satu di antaranya adalah perasaan ingin menunda-nunda.Inilah strategi setan nomor satu agar kita gagal.Yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi hal ini adalah menyadari bahwa sekaranglah saat terbaik untuk mengisi hidup dan berkarya secara produktif.Jika Anda ingin mempersulit pekerjaan yang sebenarnya mudah h pekerjaan itu terus menerus.Ada beberapa di antara kita yang hanya "mondar mandir" menjalani hidup. Hanya menunggu sampai segalanya berubah, sampai ada waktu lebih banyak lagi, sampai bisa menyegarkan kekuatan kembali, sampai memperoleh apa yang diinginkan, sampai bisa mengatur segalanya, sampai, sampai sampai...
Yang kedua, kita perlu memilah perencanaan dalam tiga lategori waktu, yaitu harian, bulanan dan tahunan.Yang ketiga, jadikan perencanaan hidup Anda seperti sebuah game atau permainan, sesuaikan dengan kapasitas mental Anda.Hindari sikap perfeksionis.Keinginan untuk menjalankan segala yang direncanakan dengan sempurna merupakan sesuatu yang wajar.Namun, apabila terjadi sesuatu yang tidak kita ha rapkan, janganlah menyalahkan diri sendiri atau stres karena gagal melaksanakan jadwal yang telah kita susun.

MENJALANI MASA MERAMORFOSIS
Selama menjalani masa perubahan perbaikan diri yang penuh dengan berbagai rintangan, kesulitan, dan kesakitan, kita harus dapat mengatur diri, menjaga suasana hati tetap positif dan bergairah. Dalam masa ini, kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri dengan memiliki sejumlah keterampilan, melainkan juga membutuhkan sumber kekuatan lain, yaitu Tuhan sebagai tempat berlindung dan orang lain yang membantu kita mencapai apa yang kita harapkan. Pada awalnya, cara ini mungkin terasa tidak nyaman, berat, tidak terlihat hasilnya, dan bahkan mungkin ada banyak kesalahan dalam menerapkannya. Namun, cara ini semakin lama akan semakin ringan, dan kita semakin menemukan makna, manfaat, dan akhirnya hasil nyata. Inilah yang disebut Spiral Metamorfosis.

MENARIK YANG POSITIF KE DALAM DIRI
Langkah pertama untuk menjadi positif adalah menyadari emosi yang kita rasakan. Banyak orang berpikir bahwa cara terbaik untuk menjadi positif adalah mengabaikan emosi yang menyakitkan. Sebenarnya tidaklah demikian.Emosi selalu muncul karena alasan tertentu.Ia merupakan sinyal alamiah yang muncul untuk merespons dunia luar. Kita merasa bahagia karena hal-hal menyenangkan.Kita merasa marah atau takut oleh hal-hal yang bersifat mengancam.Emosi adalah energi. Karenanya, jika tidak diakui, emosi akan mencari penyaluran yang secara mental justru tidak sehat. Semakin mampu mengenali sinyal emosi, kita akan semakin mampu mengalihkan perasaan dari negatif ke positif. Mari kita belajar mengenali sensasi fisik yang menyertai emosi.Misalnya, napas yang semakin cepat dan degup jantung yang meningkat ketika marah.Atau, perasaan gugup, jari bergetar, dan frekuensi buang air kecil meningkat ketika kita cemas.

BERSANDAR PADA YANG KUASA
Banyak orang percaya dan melihat banyak bukti bahwa doa memiliki kekuatan besar dalam menyelesaikan permasalahan mereka. Namun, selalu saja muncul keraguan, apakah doanya akan dikabulkan oleh Sang Pencipta. Keraguan itu muncul karena mereka merasa bahwa diri mereka bukanlah siapa- siapa, bukan orang yang saleh.Padahal, dalam kitab suci, Tuhan telah menjanjikan, "Berdoalah pada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan." Tuhan tidak pernah menetapkan kriteria siapa yang akan dikabulkan doanya. Maka, untuk menghilangkan keraguan itu, marilah kita memperhatikan faktor apa saja yang membuat sebuah doa menjadi kekuatan untuk penyelesaian masalah. Banyak ahli kesehatan dan terapis memanfaatkan doa dalam melakukan terapi mereka. Kelumpuhan, ketegangan, dan kesulitan mungkin disebabkan oleh tidak adanya keselarasan batin. Mengagumkan sekali bagaimana doa memulihkan fungsi tubuh dan jiwa. Teman saya, seorang terapis terkenal, mengatakan bahwa setiap melakukan proses terapi, ia selalu mengajak pasiennya berdoa untuk kesembuhan penyakit jiwa dan raga.






Selasa, 26 September 2017

Disiplin Diri dan konsep diri Membentuk Kepribdian

Disiplin diri adalah kebiasaan yang dilakukan berulang kali dan secara berkesinambungan sehingga menjadi hal yang biasa untuk  dilakukan. Disiplin diri dalam melakukan suatu tindakan yang dilakukan secara konsisten akan mampu menciptakan sebuah kebiasaan yang mengarah pada pencapaian keunggulan.

Kebiasaan yang kita lakukan akan menentukan masa depan. Sebuah kebiasaan yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik dan sebaliknya. Mendapatkan kebiasaan yang baik itu tidak mudah, karena manusia memiliki sifat-sifat yang mendasar seperti: cenderung bermalas-malasan, ingin hidup santaimengikuti keinginan hatinya, tidak ingin susah,menunda-nunda waktu dan sebagainya. Oleh karena itu, kita harus mampu berdialog dengan diri sendiri, menciptakan komunikasi intrapribadi. Komunikasi yang berlangsung dalam diri pribadi, berbicara dengan diri sendiri.Bertanya kepada diri sendiri dan dijawab oleh dirinya sendiri.Belajar mengenal diri sendiri berarti belajar bagaimana kita berpikir dan berasa,memahami konsep diri, bagaimana kita mengamati, menginterpretasikan dan melakukan tindakan di lingkungan kita.

Semua orang mungkin kagum pada Mark Spitz, bintang Olimpiade tahun 1972 di Munich, Jerman. Waktu itu ia berhasil memperoleh tujuh medali emas serta memecahkan tujuh rekor dunia baru dalam olah raga renang. "We all love to win, but how many people love to train"(Mark Spitz, 1972). Kita semua menyukai kemenangan, tetapi tidak banyak dari kita yang menyukai latihan dengan penuh kedisiplinan. Semua orang melihat Mark Spitz menerima medali emas dengan penuh kekaguman. Namun, adakah yang memperhatikan bagaimana Mark Spitz harus melalui kedisiplinan dalam latihan keras?. Ternyata untukmencapai prestasi tersebut Mark Spitz harus melalui latihan keras secara disiplin hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun.

Disiplin diri merupakan syarat mutlak untuk mencapai impian dan melaksanakan misi hidup. Kita harus disiplin dalam mengembangkan diri (lifetime improvements) dalam segala aspek, mengelola waktu dan uang, melatih keterampilan dalam setiap bidang yang kita pilih dan menemukan arah dan tujuan hidup yang jelas.Disiplin diri seperti otot, semakin melatihnya semakin kuat dan semakin tidak melatihnya semakin lemah. Kedisiplinan dalam pengembangan diri harus mulai dari diri sendiri, kesadaran pribadi. Semakin disiplin, hidup akan semakin mudah dijalani.

Disiplin Diri

Disiplin diri adalah kebiasaan yang dilakukan berulang kali dan secara berkesinambungan sehingga menjadi hal yang biasa untuk  dilakukan. Dengan disiplin diri kita mampu mengatasi penundaan, memahami karakter diri, dan melakukan apa yang harus kita lakukan. Disiplin diri berarti melatih diri melakukan segala sesuatu dengan tertib dan secara berkesinambungan untuk meraih impian, prestasi dan tujuan yang ingin dicapai dalam hidup. “With self-dicipline most anything is possible” (Theodore Roosevelt 2012:202).

Membangun disiplin diri adalah analogi. Disiplin diri itu seperti otot. Semakin melatihnya, semakin kuat, dan semakin tidak melatihnya semakin lemah. Menurut John C.Maxwell, penulis “Developing The Leader Within You”, ada empat hal yang harus kita perhatikan untuk melakukan pengembangan diri secara disiplin sehingga dapat membangkitkan potensi yang kita miliki. Empat hal tersebut adalah:
a.       Start with yourself   -           mulai dari diri sendiri
b.      Start early                 -           sesegera mungkin
c.       Start small                -           sedikit demi sedikit
d.      Start now                 -           lakukan sekarang

Beberapa faktor yang membangun disiplin diri, antara lain:
1. Pengetahuan Diri. Disiplin berarti berperilaku sesuai dengan apa yang telah diputuskan, terlepas dari apa yang dirasakan saat ini. Proses ini memerlukan instropeksi dan analisis diri, dan yang paling efektif adalah sediakan waktu untuk menulis tujuan, mimpi dan ambisi.
2.   Kesadaran. Disiplin diri tergantung pada kesadaran apa yang baik dan apa yang tidak baik untuk dilakukan. Ketika mulai membangun disiplin diri, mungkin kita akan mendapati diri berada dalam tindakan yang tidak disiplin, misalnya, bermain game, menghindari hal-hal penting untuk kesenangan, menonton tv terus menerus, dan lain-lain. Mengembangkan disiplin diri membutuhkan waktu dan kuncinya adalah menyadari perilaku tidak disiplin yang kita lakukan. Dengan cara ini memberi kesempatan untuk membuat keputusan yang lebih baik sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai yang telah kita buat sebelumnya.
3.  Komitme. Tidaklah cukup hanya menulis tujuan dan nilai-nilai saja, melainkan kita juga harus membuat komitmen internal untuk hal tersebut.
4.      Keberanian. Disiplin diri membutuhkan suasana hati, selera dan gairah sebagai kekuatan untuk melawan gangguan ketidakdisiplinan. Oleh karena itu, disiplin diri sangat tergantung pada keberanian. Jangan berpura-pura mengatakan ini mudah untuk dilakukan namun sebenarnya sangat sulit atau menyakitkan. Tetapi temukan keberanian untuk menghadapi rasa sakit dan kesulitan, ketika telah mengumpulkan kemenangan-kemenangan kecil maka rasa percaya diri akan tumbuh dan keberanian secara alami akan datang mendukung kedisiplinan diri.
5. Komunikasi intrapribadi. Komunikasi intrapribadi (Intrapersonal Communication) adalah komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Orang itu berperan sebagai komunikator maupun komunikan. Dia berbicara dengan dirinya sendiri, dia berdialog dengan dirinya sendiri. Dia bertanya kepada dirinya dan dijawab oleh dirinya sendiri.

   Self-talk (berbicara pada diri sendiri dalam hati) seringkali berbahaya tetapi bisa juga menguntungkan jika mampu mengkontrolnya. Ketika kita merasa sedang diuji oleh Alloh SWT, berbicaralah pada diri sendiri dengan memotivasi dan meyakinkan diri sendiri karena self-talk yang seperti ini memiliki kemampuan untuk mengingatkan tujuan, membentuk keberanian, memperkuat komitmen dan membuat sadar akan tugas dan peran kita. Misalnya, cobalah katakan dalam hati “tidak ada yang turun dari langit secara cuma-cuma tanpa adanya usaha dan do’a” atau kalimat lain yang mampu menggugah jiwa setiap kali kita menemukan diri sedang diuji. “Thoughts are things. If you change your thoughts, you can change your life (Norma Jean Strickland, 2002:23).
  
Konsep diri.
  Konsep diri sering diidentifikasikan dengan istilah penghargaan diri (self esteem) yang sebenarnya sudah ada sejak lahir dengan fitrahnya seperti bayi yang polos dan self esteem kita berkembang seiring berkembangnya interaksi dengan orang lain. Definisi self esteem yang diungkapkan seorang psikolog, Dr.Palladino (1994) secara lengkap mendefinisikan sebagai:
  1. Kepercayaan terhadap diri sendiri.
  2. Kemampuan untuk melihat posisi diri secara realistis dan optimis.
  3. Keyakinan akan kemampuan dalam membuat perubahan dan menghadapi tantangan hidup.
  4. Kapasitas untuk memahami kelemahan diri dan berusaha memperbaiki diri.
  5. Pengetahuan tentang diri sendiri serta penerimaan akan pengetahuan tersebut.Kemampuan untuk mengakui keunikan diri dan berbangga terhadap apa yang membuat diri kita unik.
  6. Kepercayaan akan nilai diri dan penghargaan akan kemampuan yang dimiliki.
  7. Kepercayaan tentang apa yang dapat kita lakukan, cara pandang positif dan keyakinan diri untuk melakukan sesuatu yang baru. Kemampuan untuk menggali dan menerapkan keterampilan dalam perilaku positif.
  8. Pemahaman bahwa kita berharga bagi diri sendiri dan orang lain.
  9. Mengetahui siapakah saya? Apa yang dapat saya lakukan serta bagaimanakah memproyeksikan pengetahuan ini lewat tindakan nyata.

Disiplin diri sangat penting untuk dibentuk sejak dini. Tanpa itu, kita akan menjadi malas, dan menunda-nunda. Ini salah satu bahan yang paling penting dari keberhasilan karena memungkinkan kita untuk tetap berpegang pada jadwal, rencana, fokus pada tujuan, dan itulah yang akan membuat kita sukses di masa depan.

Terkadang untuk mendisiplinkan diri itu sulit, karena banyak sekali hambatan atau rintangan yang terjadi dalam kehidupan. Untuk itu perlu banyak motivasi dan semangat untuk tetap bisa mendisiplinkan diri. Disiplin diri merupakan suatu siklus kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang dan secara berkesinambungan sehingga menjadi suatu hal yang biasa kita lakukan, yang diharapkan akan menjadi suatu kebiasaan yang mengarah pada tercapainya kualitas diri yang lebih baik.


Minggu, 24 September 2017

22 Prinsip Komunikasi Efektif untuk Meningkatkan Minat belajar Anak


Anak bisa menjadi sumber inspirasi. Seorang arsitek pernah mengubah desain jendela rumahnya yang semula bukaanya searah, menjadi terbuka berhadap-hadapan, hanya karena jendela rumahnya sengaja dirancang dengan ukuran kecil, proporsional dengan ukuran sang anak, agar anak bisa memanfaatkannya untuk mengintip, bermain ciluk-ba.

Memperhatikan anak, bukan berarti membiarkannya begitu saja. Jika permainan anak sudah mendekati batas-batas bahaya, orang tua atau orang dewasa yang berada di dekatnya wajib mengintervensi. Namun intervensi yang terlalu berlebihan, seperti perilaku over-protect (perlindungan berlebihan), bukan saja akan menghambat perkembangan kreativitas, tetpi juga membuat orang tua rugi, karena tidak bisa belajar dari hal-hal yang tak terduga yang dilakukan oleh sang anak.
Saat ini banyak ditemukan fenomena orang tua yang terlalu memaksakan kehendaknya, atau ambisinya, kepada anak. Orang tua mengikutsertakan anaknya berbagai macam les, sementara sang anak sebenarnya tidak enjoy dengan les tersebut. Anak-anak yang terlalu berat menanggung teori atau kehendak dari luar seperti “harus ini harus itu, jangan ini jangan itu”, kelak akan kehilangan kepercayaan diri. Mereka akan tumbuh dalam ketidkpercayaan diri karena merasa kemampuan kretifnya bertentangan dengan kehendak orang tua.
Cobalah pahami anak dari cara berfikir mereka, kekhasan dunia mereka. Perhatikan perilaku merek, perhtikan saja, jangan terburu menilai. Biasakan itu, dan anda akan mulai menikmati dan memahami cara berfikir orang dewasa hanya akan membebani anda dan anak anda saja. Pentingnya memahami anak dari sudut pandang anak membuat penulis ingin menulis resume dari buku 22 Prinsip Komunikasi Efektif Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak.


Setelah pulang sekolah, tiba-tiba seorang anak berkata kepada ibunya, “Mama, aku mau ikut les gambar!”. Walaupun tidak langsung merespons, biasanya di benak sang ibu terbangun beberapa scenario:

  • -          Les dimana sebaiknya;
  • -        Bagaimana mengatur dengan jadwal sekolahnya, dsb.
Ternyata les yang dimaksud anak adalah kegiatan menggambar bersama teman-temannya.
( Perbedaan persepsi antara anak-anak dengan orang tua sering terjadi dalam hidup kita ).

Seorang ibu berkata kepada anaknya, kamu harus berwibawa di depan adikmu!”. Dampaknya iya akan berusaha melakukan semua dengan sempurna, disini justru iya akan terlihat aneh di mata anak-anak lain.(Sebenarnya anak-anak dan orang dewasa memiliki standar yang berbeda, banyak orang dewasa menerapkan standarnya kepada anak-anak).

Ketika menonton televisi, sang anak berkata. “mama aku pengen bisa ngomong pakai bahasa inggris kayak di film.”
Sang ibu lalu mengajarkan beberapa kata yang ia tau, lalu menempatkan sang anak ke lembaga kursus, sang anak sangat senang dengan kursus tersebut, & hari-harinya dilalui dengan gembira. (Disini sang ibu belajar memahami, suatu proses belajar akan disenangi jika motivasi yang tumbuh dari dalam, bukan paksaan).

Betapapun kuat motivasi belajar anak, tetap membutuhkan lingkungan yang kondusif, memberikan keamanan dan kebebasan psikologis pada anak.
Keamanan psikologis dapat terbentuk dengan 3 proses, yaitu:

  •      Orang tua menerima anak sebagaimana anaknya.
  •      Orang tua mengusahakan suasana tanpa ada efek mengancam.
  •      Orang tua dapat memberikan pengertian, dan dapat melihat dari sudut pandang anak.
Kebebasan psikologis dapat diberikan orang tua pada anak dengan cara memberikan kesempatan mengekspresikan pikiran-pikiran anak.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua, dalam menciptakan keamanan dan kebebasan psikologis guna membentuk suasana belajar.

  •      Membangun empati
  •      Menjalin kebersamaan
  •      Membangun rasa memiliki
  •      Mendorong kebebasan berekspresi
  •      Pendampingan
  •      Mengembangkan komunikasi efektif

Banyak hal yang bisa meningkatkan perkembangan anak ketika sedang mengalami proses belajar yang menyenangkan, salah satunya adalah perkembangan kreativitas. Banyak cara untuk  mengoptimalkan kreativitas anak, kreativitas memang membutuhkan imajinasi yang kuat, dan orang tua dapat membantu dengan menciptakan kondisi-kondisi tersebut. Semakin banyak pengetahuan yang diperoleh anak, semakin baik dasar untuk mencapai hasil kreatif. Dan pendapat berbagai pakar, dapat disebutkan beberapa parameter kreativitas yang dimiliki seorang anak, yang dihasilkan dari kesenangan dalam belajar.

  1.        Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru & unik
  2.        Kemempuan untuk mentransformasikan gagasan lama ke dalam bentuk-bentuk baru.
  3.        Kemampuan untuk membangun imajinasi dan fantasi yang terarah
  4.        Kemampuan untuk melihat kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah
  5.        Adanya rasa ingin tahu yang luas & mendalam
  6.        Adanya minat yang luas dan keinginan bereksplorasi
  7.        Adanya perhatian pada proses, bukan sekedar hasil akhir
  8.        Adanya kesenangan dan kepuasan pribadi dalam melakukan pekerjaan
  9.        Adanya pengetahuan awal sebagai modal
  10.        Kepekaan akan keindahan (Sense of Beauty)
  11.        Kemampuan berfikir asosiatif & bermain dengan gagasan
  12.        Kepekaan melihat hal yang unik dari lingkungan sekitar dan aktivitas sehari-hari
  13.        Kemampuan mengungkapkan gagasaN
Setiap anak memiliki keunikan sendiri. Cara berfikirnyapun unik dan khas, kebebasan yang diberikan oleh orang tua untuk berkreasi, akan membuat karya-karya unik & menarik.
Bentuk kebebasannya misalnya :
1.      Menghargai apapun hasil kreasi anak
2.      Mendorong anak berkreasi lewat karya yang unik, misalnya menggambar pelangi, dan menceritakan kembali lewat tulisan.
Minat belajar anak bisa ditandai dengan adanya keingintahuan yang luas mengenai suatu hal. Ketika ditanyakan suatu hal,anak mempunyai minat belajar tinggi, mejawab dengan berbagai jawaban. Cara berfikir demikian disebut cara berfikir divergen (meluas, banyak jawaban dalam suatu masalah) dan elaborative  (membangun berbagai kemungkinan jawanab dari satu hal yang ditemukan.
Cara berfikir tersebut, dapat dibiasakan pada anak dengan jalan orang tua menerima apa pun jawaban anak terhadap satu pernyataan tertentu, bisa jadi jawaban anak salah atau tidak logis menurut cara berfikir orang dewasa, namun bisa jadi ada hal-hal menarik dari jawaban itu yang hanya bisa dipahami anak.
Hal yang mengurangi rasa ingin tahu anak atau membuatnya enggan belajar adalah rasa bosan. Kebosanan ini bisa diakibatkan oleh materi pengetahuan yang itu-itu saja & tidak bervariasi. Demikian dengan cerita, orang tua bisa mengemasnya dengan menarik yang menggugah keingintahuan anak tentang materi yang akan disampaikan, contohnya Orang tua sedang mendampingi anak belajar mengenai pasang surut. Orang tua bisa mengawali dengan kalimat, “Mengapa permukaan air laut tiba-tiba meninggi ?”
Sebelum memberikan tugas pada anak untuk melakukan suatu pekerjaan, orang tua hendaknya membimbing anak dengan memberikan penjelasan awal yang bisa menjadi pedoman anak dalam melakukan sesuatu, sehingga ada gambaran awal yang dimiliki anak ketika melakukan pekerjaannya. Menyuruh tanpa memberikan contoh membuat bayangan anak menjadi samar-samar. Hal ini bisa mengakibatkan anak kebingungan dan menjadikannya enggan bertindak.
Alat peraga penting digunakan ketika kita menerangkan sesuatu kepada anak. Alat peraga ini membantu anak membayangkan materi yang tengah disampaikan dan mengarahkan serta membimbing daya imajinasi anak pada materi yang tengah disampaikan. Contoh alat peraga bisa berupa, buku bergambar, poster, model atau miniatur.
            Mengapa harus dengan eksperimen? Ketika anak mengalami kerepotan dalam melakukan eksperimen, anak bisa mendapatkan pengalaman yang unik, bersinggung langsung dengan apa yang diamati. Metode eksperimen bisa melatih anak tentang terjadinya suatu peristiwa. Dari pengamatan kan muncul berbagai hal yang menarik, & membuat rasa ingin tau anak lebih tinggi.
            Anak-anak sering melakukan sesuatu karena spontan. Bisa jadi ia melakukan sesuatu yang baik, namun ia tidak menyadarinya. Disinilah peran orang tua, memberikan ulasan secara keseluruhan tentang apa yang sudah dilakukan, agar anak memahami apa yang dilakukannya. Dengan pemahaman yang lebih terstruktur, anak menjadi lebih terarah dalam mengembangkan daya pikirnya menuju pemahaman yang menyeluruh (holistic).
            Meski anak mempunyai day imajinasi yang kuat, namun usahakan imajinasi itu terkait dengan kehidupan sehari-hari, bukan khayalan yang tak mendasar. Hal ini bisa dilatih dengan cara mengaitkan isi cerita kepada suatu hal yang pernah dilihat atau dialami anak. Keterkaitan ini bisa berupa fenomena yang ada disekitar anak, kegiatan sehari hari anak, atau hal-hal yang berkesan yang pernah dilihat anak sebelumnya. Disini orang tua akan memanfaatkan kerangka pemikiran yang sudah ada pada diri anak, sehingga materi akan mudah diterima karena telah dikenal lebih dulu, agar disini anak mulai beljar berfikir asosiatif, artinya berbagai kejadian yang dilihat dan dirasakan sehari-hari bisa saling terkait jika dipikirkan secara kreatif.
Bagaimana agar bisa lancar berbicara di depan orang lain? Salah satu jawabannya adalah banyak latihan. Latihan ini bisa dimulai ketika masih anak-anak. Orang tua berusaha memberikan kesempatan sebanyak mungkin bagi anak untuk mengungkapkan gagasannya dalam setiap kesempatan. Dan ketika anak sudah mampu menguasai banyak kosa kata, kita dorong anak untuk mau bercerita. Bercerita akan membuat anak belajar mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, tidak saja kepada orang tuanya, tetapi juga kepada orang lain.
            Berbicara dan menjelaskan gagasan dengan baik di depan orang lain memerlukan banyak latihan, membutuhkan pengalaman dan keberanian. Keberanian tampil di depan forum sebaiknya dilatih ketika masih usia kanak-kanak. Hal ini akan berpengaruh terhdap kepercayaan dirinya. Kalau anak sudah mampu menguasai dirinya untuk tampil di depan orang banyak, maka akan meningkat pula keberanian anak menampilkan kemampuannya di depan umum. Dengan bimbingan dan pendamping orang tua, secara perlahan-lahan anak akan membangun keberaniannya tampil di depan banyak orang.
Berkomunikasi dengan baik kepada anak bukan berarti bisa memberi instruksi, atau menyuruh anak melakukan apa yang diinginkan orang tua. Komunikasi yang kita lakukan kepada anak tidk akan efektif jika kita menyampaikan instruksi saja, kemudian membiarkan anak memahami pesan tersebut, tanpa arahan. Ketika anak tengah menjalankan apa yang kita sampaikan, maka pendampingan akan membuat anak merasa aman karena ia merasa ada yang siap memberikan pertolongan jika ia membutuhkan.
            Dunia anak adalah dunia serba ingin tahu. Anak yang normal dan kreatif selalu menanyakan banyak hal sebagai wujud keingintahuannya. Apabila pertanyaan yang disampaikan selalu mendapat respons, maka anak akan merasa terpenuhi keingintahuannya. Hal ini akan mendorong anak untuk lebih berani dan banyak bertanya dalam usaha mengetahui berbagai macam hal. Sebaliknya apabila kita tidak merespons jawaban anak, kemungkinan anak menjadi enggan untuk menyampaikan pertanyaan karena keingintahuannya tidak terpenuhi.
            Maju terus, pantang mundur! Kata-kata mutiara itu mungkin telah menjadi tradisi dalam perjuangan bangsa kita, terutama ketika mempertahankan kemerdekaan dulu. Malu dong, jadi anak Indonesia jika belum apa-apa sudah mundur atau menyerah. Namun anak tetaplah anak, dengan emosi yang masih labil mereka masih harus didampingi agar tidk menyerah dalam melakukan suatu pekerjaan, sampai dia berhasil menyelesaikannya.
            Ketika anak mengalami kegaglan pertama, kita dorong untuk mencobanya kembali dengan cara-cara baru. Orang tua dapat memberikan semangat, hiburan, sehingga anak terhindar dari rasa putus asa. Maka ketika sudah berhasil menyelesaikan pekerjaannya, meski harus berulang kali gagal dan bersusah payah mencobanya, orang tua tetap memberikn pujian dari hasil kerja kerasnya.
            Anak akan mudah menjalin komunikasi dengan kita bila ia merasa dekat. Maka, sebaiknya kita menghilangkan jarak dengan anak ketika berkomunikasi sehingga anak bisa merasa bebas untuk mengeluarkan isi hatinya. Dalam berbagai hal lain, kedekatan ini akan mendorong anak melakukan berbagai hal lain, kedekatan ini akan mendorong anak melakukan berbagai hal dengan kreasinya tanpa merasa dipantau dan disalahkan ketika mengeluarkan ide-ide baru.
            “Libatkan saya, dan saya akan memahami apa yang anda ajarkan’, begitu ungkapan Cina kuno. Maka, melibatkan anak secara aktif dalam belajar akan membuat lebih efektif penyampaian materi yang tengah diajarkan. Rasa memiliki terhadap materi yang disampaikan lambat laun akan menumbuhkan minat anak dengan sendirinya untuk memahami dan mengikuti materi yang disampaikan. Ia juga akan bertanggungjawab dalam menjalankannya karena merasa materi itu telah menjadi miliknya.
            Anak akan merasa lebih bersemangat atau menyatu dalam suatu kegiatan bersama orang tua ketika orang tua melibatkan diri dengan kegiatan anak. Anak merasa sejajar dengan orang tua. Anak merasa tidk canggung dan bersemangat untuk berkreasi dalam kegiatan yang dilakukan.

            Dalam suasana yang menyenangkan anak terbebas dari tekanan sehingga mempermudah penerimaan pesan yang disampaikan oleh orang tua. Kondisi dimana anak berada dalam suasana yang menyenangkan juga menjadi syarat penting bagi anak untuk dapat berkreasi (bebas dari tekanan).
Prinsip 18 
Orang tua menciptakan suasana bersemangat dalam belajar, anak lebih termotivasi
            Suasana bersemangat harus diciptakan untuk mendorong anak memusatkan perhatiannya pada materi yang sedang disampaikan dan memahami pesannya sehingga anak termotivasi dalam belajar.
            Orang tua bisa membangun semangat anak dengan cara memposisikan diri sebagai partner atau teman bagi anak dalam memahami materi atau mencapai suatu hasil. Jadi anak tidak merasa harus berjuang sendiri ketika menemui materi yang sulit, tetapi ada orang tua yang memosisikan diri sebagai teman untuk bersama-sama mempelajari materi tersebut.
Prinsip 1 
Orang tua menjaga konsentrasi anak, anak efektif dalam mendalami materi
            Bukan anak-anak kalau konsentrasinya tidak mudah terbelah. Sudah menjadi sifat alami anak, jika ia tengah asyik bermain sesuatu, lalu ada mainan lain yang lebih menarik, maka ia meninggalkan permainannya yang lama menuju permainan yang baru. Ini menjadi kendala utama anak dalam menyerap dan memahami suatu hal, konsentrasi. Maka dalam menerima pesan yang disampaikan, perhatian adalah hal yang utama yang harus dijaga anak agar pesan dapat diterima. Untuk itu orang tua hendaknya selalu menjaga perhatian anak dengan berbagai cara agar pesan yang disampaikan dapat diterima.
Prinsip 2 
Orang tua memberikan penghargaan (reward) yang bervariasi, anak mempunyai motivasi untuk menghasilkan karya yang terbaik
            Pemberian penghargaan yang paling sederhana adalah memberikan pujian. Misalnya dalam kegiatan belajar mengenal buah-buahan dalm bahasa inggris. Ketika anak mampu mengelompokkan buah-buahan berdasarkan rasanya, menyebut nama buah dengan bahasa inggris yang benar, kita dapat memberikan penghargaan. Penghargaan dapat diciptakan dalam bentuk kretif, misalnya jika anak dapat memberikan jawaban yang benar, maka ia berhak mendapatkan pin dari buah-buahan itu.
Prinsip 21 
Orang tua mengembangkan cara inovatif dalam mengajar, anak belajar berfikir luas
            Belajar hampir sama dengan makan. Bila makan yang disantap adalah bahan makanan agar menjadi energy untuk pertumbuhan, maka belajar adalah proses menyantap berbagai informasi menjadi pengetahuan yang terstruktur. Jika makanan disajikan tanpa variasi, akan menyebabkan bosan, begitu pula dengan belajar. Anak perlu mendapat perlakuan variatif dalam belajar, agar ia terhindar dari rasa bosan. Orang tua hendaknya mengembangkan cara-cara baru atau inovatif dalam menyampaikan pesannya kepada anak. Hal lain selain untuk menghindari kebosanan anak dalam menerima pesan, juga melatih anak untuk berfikir divergen, tidak terpaku pada satu cara tetapi mampu melihat cara-cara lain yang mungkin diterapkan.
Prinsip 2 
Orang tua menggunakan ekspresi mimik dan gerak, anak belajar untuk menghayati pekerjaan
            Raut muka atau mimik wajah sanggup menceritakan apa isi hati kita, dan tidak pernah bohong. Kita bisa mengetahui anak kita sedih jika raut mukanya ditekuk, mata mulai berair, meski ia tidak mengatakan apa-apa tentang kesedihannya. Sebaliknya ekspresi wajah suka cita juga akan terlihat jelas, misalnya bila anak menerima hadiah dari kita dengan suka cita. Raut wajah, mimik memang bisa memperkuat suasana yang tercipta, dan ini menjadi modal kita dalam berkomunikasi dengan anak. Orang tua dapat menggunakan ekspresi wajah, mimik, dan gerakan, ketika berkomunikasi dengan anak. Ekspresi ini berfungsi untuk membangkitkan suasana, membuat anak memjadi bagian dari komunikasi yang tengah dibangun.

Sumber : Junita, Ekomadyo. 2009. 22 Prinsip Komunikasi Efektif Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak. Bandung: Simbiosa Rekatama Media




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Nama

Email *

Pesan *