Tampilkan postingan dengan label Beasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juni 2012

PROSEDUR AJUAN BEASISWA BPPS MUDAH

ADA anggapan selama ini kuliah untuk program pasca ini rumit dan biaya sangat mahal dan hal ini dialami penulis sewaktu mengambil program S-2. tapi mata kita baru terbuka kalau pemerintah telah menyediakan kemudahan untuk kuliah lanjut melalui jalur beasiswa, salah satunya ada program beasiswa dari Dikti untuk dosen (BPPS) dan untuk mahasiswa yang baru lulus (Bidik). dengan keinginan berbagi dengan teman dosen lainnya yang belum ada kesempatan karena kurangnya informasi.

Hal yang harus dipersiapkan.
  • Menyelesaikan persyaratan beasiswa khususnya dosen
Hal yang harus dipersiapkan dan agak lama karena anda harus bolak balik mencari informasi tentang waktu ajuan beasiswa biasanya mulai sekitar bulan februari sampai bulan maret dan ajuan biasanya bukan bersifat pribadi tapi harus kampus dimana anda mengajar yang mengajukan.dibawah ini ada beberapa syarat yang harus anda selesaikan
ketentuan pelamar BPPS
  1. Dosen tetap pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
  2. Yang dimaksud dosen tetap di lingkungan Kementerian Pendidikan Kebudayaan adalah:
a)    Dosen tetap pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah;
b)    Dosen pegawai negeri sipil yang dipekerjakan di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat atau Perguruan Tinggi Swasta (PNS DPK)
c)     Dosen tetap Perguruan Tinggi Swasta dengan ketentuan sebagai berikut:
(1)   Dosen tetap yang diangkat oleh Ketua Yayasan atau Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional;
(2)   Sudah mempunyai Nomor Induk Kepegawaian (NIK) yayasan;
(3)   Tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Calon PNS (CPNS) di luar Kemdiknas;
(4)   Tidak berstatus guru PNS dan/atau guru yang sudah disertifikasi;
(5)   Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
3.    Memenuhi persyaratan Tugas Belajar yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009. Surat Keputusan Tugas Belajar (sebagaimana tercantum pada peraturan tersebut) harus diperolehnya maksimal satu tahun sejak diterima sebagai mahasiswa. Segala konsekuensi yang diakibatkan oleh tidak diurusnya SK Tugas Belajar tersebut menjadi tanggung jawab dosen yang bersangkutan dan perguruan tinggi yang mengirimnya.
kelengkapan syarat administrasi
  1.  Fotokopi Surat Keputusan (SK) Pengangkatan pegawai pertama dan terakhir;
  2. Surat Keterangan atau Rekomendasi dari Kopertis tentang Status Dosen Tetap Yayasan;
  3. Fotokopi NIP/Kartu Pegawai/NIDN;
  4. Surat keterangan Angka Kredit/Jabatan Akademik dosen yang dicapai dari Pimpinan Perguruan Tinggi Asal/Kopertis;
  5. Surat Pernyataan penugasan (tersedia dalam formulir pendaftaran)
 Sumber : Pedoman Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS), Tahun 2011.
Setelah ketentuan telah anda penuhi dengan pihak akademis maupun dengan syarat personal seperti legalisisasi ijazah (S1, S2, S3) yang sebelumnya harus ada kepangkatan dosen, tapi tahun ini cukup melampirkan NIDN saja, apakah nama anda sebagai dosen sudah didaftarkan atau belum?
  •  Ajukan berkas persyaratan dan surat ajuan beasiswa ke KOPERTIS
Kemudian semua persyaratan anda ajukan ke kopertis untuk diverfikasi kelengkapan dan kelayakannya dan jangan lupa anda minta surat penyerahan berkas untuk jaga-jaga kalau berkas kita terselip atau belum sampai.(prosesnya cukup lama jadi anda ikuti terus dan berkomunikasi dengan penerima berkas kita di kopertis)

Kemudian anda dapat informasi kalau berkas anda sudah di verifikasi di kopertis dan anda akan mendapatkan SURAT REKOMENDASI dari ketua kopertis setempat untuk mendapatkan beasiswa yang akan anda lampirkan saat anda mendaftar ke BPPS Dikti secara online. ke http://beassiwa.dikti.go.id/bpps  dan anda juga harus lampirkan past photo berwarna dalam bentuk yang telah ditetapkan dan tunggu hasilnya berupa printout bukti anda telah mendaftar online beasiswa BPPS ke Dikti. langkah selanjutnya anda mendaftar ke PPs yang anda tuju sesuaidengan jurusan anda dengan membawa persyaratan
  1. Fotokopi Ijazah Pendidikan terakhir yang telah disahkan oleh yang berwenang; 
  2. Fotokopi Transkrip Akademik yang telah disahkan oleh yang berwenang, 
  3. Lulusan Perguruan Tinggi Swasta harus menyertakan hasil Ujian Negara;
  4.  Fotokopi karya ilmiah terbaik yang dihasilkan selama lima tahun terakhir. Bila penelitian lampirkan ringkasannya; (bagi yang memiliki) 
  5. Rekomendasi akademik dari dua orang dosen yang pernah membimbing dalam studi atau dari atasan (tersedia dalam formulir pendaftaran); 
  6. Pernyataan dukungan/ijin atasan tempat bekerja (tersedia dalam formulir pendaftaran); 
  7. Pas Foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 3 (tiga) buah; 
  8. Tanda bukti pembayaran biaya pendaftaran.
 Setelah di verifikasi oleh PTN penyelenggara baru kita mendapatkan NOMOR TEST dan sekitar dua/tiga pekan kita akan mengetahui hasil test PPs kita (LULUS/TIDAK) dan kalau diterima langkah berikutnya anda mendaftar ulang sambil melengkapi persyaratan diatas plus uang pertama, oleh karena kita tidak secara langsung mendapatkan beasiSwa, jadi nombok dulu yang penting anda sudah lulus tes masuk ke PTN yang anda tuju.

Selanjutnya tinggalah sabar menanti dan dari panduan BPPS kita dapat tunjangan bulanan yang suatu waktu berubah :
NO
KOMPONEN BIAYA
JENJANG PENDIDIKAN
S2
S3
1.
Tunjangan baiay hidup
Rp. 1.500.000,-
Rp. 1.500.000,-
2
Tunjangan penelitian
Rp. 425.000,-
Rp. 900.000,-
3
Biaya buku
Rp. 300.000,-
Rp. 325.000,-
4
Biaya penyelenggaraan pendidikan
Maksimal
Rp. 1.250.000,-
Maksimal
Rp. 1.500.000,-
  • Persiapan kuliah dan menunggu beasiswa turun.
Harap-harap cemas menunggu beassiwa turun, walaupun sudah lulus dan mulai kuliah biasanya beberapa bulan setelah perkuliahan dimulai dan dimulai ada mata kuliah martikulasi bagi yang masuk jurusan yang tidak linier.semoga bermanfaat bagi semuanya.

SUMBER : Panduan Beasiswa Dikti

Rabu, 20 Oktober 2010

Buat yang Ingin melanjutkan melanjutkan Studi di Jerman

Persiapan Bahasa Jerman

Calon mahasiswa yang ingin belajar di Jerman untuk jenjang S1 harus memiliki Zertifikat Deutsch (ZD). Ini bisa diperoleh dengan melalui kursus-bahasa Jerman kurang lebih selama 6 bulan intensiv untuk mendapatkan materi: Grundstufe-1, Grundstufe-2 dan Grundstufe-3 dan selanjutnya menempuh ujian ZD. Beberapa universitas di Jerman meminta persyaratan lebih tinggi, yaitu lulus ujian Mittelstufe-1, yaitu tingkat kemampuan bahasa menengah atau dalam level kursus bahasa Inggris sering disebut Intermediate Level. Kursus Mittelstufe-1 ini dijalani kurang lebih selama 2 bulan.Untuk jenjang S2 dan S3 terdapat banyak universitas yang menawarkan program bahasa Inggris. Pada umumnya meminta syarat skor TOEFL sebesar 500/550 (paper-based) atau skor IELTS sebesar 5.5/6.0.

Untuk program S2 yang menggunakan bahasa pengantar bahasa Jerman pelajar dipersyaratkan kemampuan bahasa Jerman yang lebih tinggi, yaitu harus lulus ujian Deutsche Sprachpr?fung f?r den Hochschulzugang (DSH).

Syarat-syarat S1

Syarat-syarat bagi lulusan SLTA yang ingin kuliah 1 di Jerman:

Syarat-syarat Umum:

  1. Lulus SLTA, baik bagi yang belum pernah kuliah maupun yang pernah kuliah
  2. Pelajar yang memiliki prestasi bagus akan lebih mudah untuk mendapatkan universitas di Jerman.
  3. Memiliki keinginan kuat untuk belajar, bersemangat baja, dan tekun.
  4. Memiliki kemauan untuk bekerja keras dan memiliki mental untuk bersikap mandiri.
  5. Memiliki dana cukup memadai. (lihat bagian ?Persiapan dana yang dibutuhkan?, ?Biaya Hidup di Jerman? dan ?Peluang Kerja Sambil Kuliah?)
  6. Mengurus visa student di kedutaan Jerman di Jakarta / Konsulat Jendral Jerman di kota-kota lain.
Dokumen yang Akan Diperlukan untuk Pengurusan Visa dan Pendaftaran Studi
  1. Fotokopi legalisir Ijazah SLTA yang diterjemahkan dalam bhs Jerman
  2. Fotokopi legalisir rapor SLTA klas 3 cawu 1,2 dan 3 yang diterjemahkan dalam bhs Jerman.
  3. Fotokopi legalisir NEM SLTA yang diterjemahkan dalam bhs Jerman.
Ket.: dokumen no 1,2 dan 3 di selanjutnya harus dibawa ke Kedutaan Jerman di Jakarta / Konsulat Jendral Jerman di kota-kota lain untuk dilegelasir lagi.

4. Paspor
5. Surat keterangan sehat dari dokter RS atau dokter umum dalam bahasa Inggris atau Jerman.
6. Surat Jaminan Keuangan dari sebuah Bank di Indonesia. Jumlah uang jaminan yang diminta oleh Kedutaan untuk saat ini adalah sebesar Rp65 juta.
7. Dokumen lain yang mungkin diperlukan sebagaimana diminta oleh pihak Kedutaan.
8. Calon mahasiswa S1 harus mengikuti persiapan bahasa Jerman. (lihat juga bagian ?Persiapan Bahasa Jerman?).

Syarat-syarat S2

Syarat-syarat bagi lulusan S1 yang ingin kuliah S2 di Jerman:

Syarat-syarat Umum :

1. Lulusan S1, baik yang baru lulus maupun yang sudah memiliki pengalaman kerja.
2. Memiliki keinginan kuat untuk belajar, bersemangat baja, dan tekun.
3. Memiliki kemauan untuk bekerja keras dan memiliki mental untuk bersikap mandiri.
4. Memiliki dana cukup memadai. (lihat bagian ?Persiapan dana yang dibutuhkan?, ?Biaya Hidup di Jerman? dan ?Peluang Kerja Sambil Kuliah?)
5. Mengurus visa student di kedutaan Jerman di Jakarta / Konsulat Jendral Jerman di kota-kota lain.

Dokumen yang Akan Diperlukan untuk Pengurusan Visa dan Pendaftaran Studi

6. Fotokopi legalisir Ijazah SLTA yang diterjemahkan dalam bhs Jerman
7. Fotokopi legalisir Ijazah dan Transkrip S1yang diterjemahkan dalam bhs Jerman atau bahasa Inggris.

Ket.: dokumen no 1 dan 2 di selanjutnya harus dibawa ke Kedutaan untuk dilegelasir lagi.

8. Paspor
9. Surat keterangan sehat dari dokter RS atau dokter umum dalam bahasa Inggris atau Jerman.
10. Surat Jaminan Keuangan dari sebuah Bank di Indonesia. Jumlah uang jaminan yang diminta oleh Kedutaan untuk saat ini adalah sebesar Rp65 juta.
11. Dokumen lain yang mungkin diperlukan sebagaimana diminta oleh pihak Kedutaan.
12. Bagi yang ingin mengambil S2 dalam bahasa Inggris diperlukan TOEFL minimal 500 paper-based atau computer-based atau IELTS minimal 5.5 Bagi yang ingin mengambil S2 dalam bhs Jerman harus mengikuti persiapan bahasa Jerman. (lihat juga bagian ?Persiapan Bahasa Jerman?)

Syarat-syarat S3

Syarat-syarat bagi lulusan S2 yang ingin mengambil program Doktor di Jerman:

Syarat-syarat Umum:

1. Lulusan S2, baik yang baru lulus maupun yang sudah memiliki pengalaman kerja.
2. Memiliki keinginan kuat untuk belajar, bersemangat baja, dan tekun.
3. Memiliki kemauan untuk bekerja keras dan memiliki mental untuk bersikap mandiri.
4. Memiliki dana cukup memadai. (lihat bagian ?Persiapan dana yang dibutuhkan?, ?Biaya Hidup di Jerman? dan ?Peluang Kerja Sambil Kuliah?)
5. Mengurus visa student di kedutaan Jerman di Jakarta / Konsulat Jendral Jerman di kota-kota lain.

Dokumen yang Akan Diperlukan untuk Pengurusan Visa dan Pendaftaran Studi

6. Fotokopi legalisir Ijazah SLTA yang telah diterjamahkan dalam bahasa Jerman
7. Fotokopi legalisir Ijazah dan Transkrip S1 yang telah diterjemahkan dalam bahasa Jerman atau Inggris.
8. Fotokopi legalisir Ijazah dan Transkrip S2 yang telah diterjemahkan dalam bahasa Jerman atau Inggris.

Ket.: dokumen no 1,2 dan 3 di selanjutnya harus dibawa ke Kedutaan Jerman di Jakarta / Konsulat Jendral Jerman di kota-kota lain untuk dilegelasir lagi.

9. Paspor
10. Surat keterangan sehat dari dokter RS atau dokter umum dalam bahasa Inggris atau Jerman.

16. Surat Jaminan Keuangan dari sebuah Bank di Indonesia. Jumlah uang jaminan yang diminta oleh Kedutaan untuk saat ini adalah sebesar Rp65 juta.
17. Dokumen lain yang mungkin diperlukan sebagaimana diminta oleh pihak Kedutaan.
18. Bagi yang ingin mengambil S3 dalam bahasa Inggris diperlukan TOEFL minimal 500 paper-based atau computer-based atau IELTS minimal 5.5 Bagi yang ingin mengambil S2 dalam bhs Jerman harus mengikuti persiapan bahasa Jerman. (lihat juga bagian ?Persiapan Bahasa Jerman?)

Keterangan:

Gi.net berlaku sebagai konsultan dan bisa memberikan informasi dan konsultasi dalam rangka memperoleh kesempatan program S3 (promosi Doktor).

Peluang Kerja Sambil Kuliah

Calon mahasiswa diharapkan mampu belajar tekun dan keras. Dengan asumsi optimis, dalam waktu kurang dari satu tahun ybs. bisa lulus test Studiencollege (untuk S1) atau sudah mendapatkan tempat di universitas (untuk S2 dan S3). Sesudah menjadi mahasiswa Studiencollege atau Universitas, ybs. akan memperoleh ijin kerja sampai dengan 80 jam per bulan. Secara umum di Jerman peluang untuk kerja sambil kuliah cukup besar dengan gaji kurang lebih EUR 8 per jam, dengan penghasilan bisa mencapai EUR500 per bulan. Tentu saja mencari pekerjaan sampingan ini menjadi tanggung jawab pribadi mahasiswa ybs. Gi.net bisa memberikan konsultasi tentang peluang mendapatkan pekerjaan dan cara-cara mendapatkan ijin kerja dari kantor tenaga kerja (Arbeitsamt).

Sekilas tentang Sistem Pendidikan di Jerman

Sistem pendidikan di Jerman yang berlaku secara umum untuk orang Jerman bisa dijelaskan kurang lebih sebagai berikut:

1. Sekolah Dasar dan Menengah

12 tahun sekolah + 1 tahun wajib militer / wajib dinas sosial ? total 13 tahun.

2. Pendidikan Tinggi

Untuk pendidikan tinggi ini pelajar diarahkan untuk mengambil salah satu dari tiga kemungkinan di bawah ini, sesuai dengan prestasi dan pilihan bidang masing-masing.

a. Pendidikan keahlian (Ausbildung); Lama studi kurang lebih 2 tahun.

b. Fachhochschule (Sekolah Tinggi Kejuruan); Cocok untuk mereka yang ingin cepat terjun ke dunia industri atau bidang kerja lain. Gelar yang diperoleh adalah Dipl-FH; Setara dengan S1; Lama studi secepat-cepatnya 8 semester

c. Universit?t (Universitas); Bila diselesaikan sampai dengan Dipl-2 maka setara dengan S2 dan lama studi secepat-cepatnya 12 semester.

Studiencollege (Studcol)

Sebagaimana dijelaskan, lama studi pendidikan dasar dan menengah di Jerman adalah 13 tahun, yang berarti satu tahun lebih lama daripada di Indonesia dan negara-negara Asia pada umumnya, dan negara-negara lain. Dengan demikian pemerintah Jerman menerapkan peraturan bagi pelajar asing (Auslander) untuk wajib mengikuti pendidikan pra universitas selama satu tahun yang disebut dengan Studiencollege (Studcol).

Untuk bisa masuk Studiencollege, calon mahasiswa harus lulus ujian masuk yang diselenggarakan (Aufnahme Pr?fung). Materi ujian masuk ini terutama adalah bahasa Jerman. Pada beberapa tempat juga terdapat materi Matematika. Di sebagian kecil tempat lain juga terdapat materi Fisika.

Sumber : Asnawi Manaf PhD di http://www.scholarzip.com/beasiswa.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komentar Anda

Nama

Email *

Pesan *